welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Ruben Gonzalez

1 Tesalonika 2:2; Ibrani 10:32

Ada banyak hal yang selalu menjadi kisah menarik di dalam Olimpiade, sekaligus juga sebagai inspirasi kehidupan. Sebagaimana Ruben Gonzalez yang sejak SD sudah bercita-cita untuk ikut dalam Olimpiade. Dan, keinginan itu semakin kuat saat ia menyaksikan Scott Hamilton sukses dalam Olimpiade di Sarajevo 1984. Dengan penuh semangat, ia berkata pada dirinya sendiri, "Jika orang sekecil dia saja dapat menjadi pemenang, maka saya pun pasti bisa."
Ia pun memulai perjuangannya dengan berlatih semua olahraga yang ada di olimpiade dan mempelajari teorinya dari berbagai sumber kepustakaan. Pada dasarnya dia bukanlah seorang atlet. Ia hanya seorang anak yang menyadari bahwa di dalam dirinya tersimpan suatu kekuatan yang tahan menghadapi segala tekanan, pantang menyerah, dan konsisten. Di sekolah pun, ia dijuluki bulldog, yaitu tidak mudah menyerah. Dari sinilah ia kemudian menantang dirinya sendiri dengan mencari olahraga yang paling sulit, olahraga yang membuat orang bisa menyerah. Dan ia pun tertarik pada olahraga Luge, yaitu sejenis olahraga es yang sangat berbahaya. Ia mendaftarkan diri, namun ditolak karena usianya sudah 21 tahun, sedangkan sekolah tersebut melatih orang di bawah 10 tahun. Tetapi, dengan segala usahanya, akhirnya ia diterima. Ia menerima pesan bahwa jika ia mau belajar dan mau ikut Olimpiade, hidupnya akan dipenuhi kesulitan. Ia juga harus siap menghadapi dokter bedah, karena tulangnya akan patah beberapa kali. Inilah tantangan terberat yang membuat 9 dari 10 anggota yang ikut akhirnya mengundurkan diri. Sejak hari pertama ia berlatih, tubuhnya terhempas-hempas, ia menangis, tulangnya seperti remuk semuanya. Ia hampir putus asa dan berhenti. Namun, kemudian ia kembali menyemangati dirinya, "Tak peduli betapa sulitnya, tak peduli bagaimana hasilnya, saya harus terus melakukannya." Berkat kerja keras dan perjuangannya, pada tahun 1988 ia diberi kesempatan mengikuti Olimpiade musim dingin di Calgary dan menjadi pemenang di tiga Olimpiade berikutnya.
Tuhan Yesus telah memberikan pesan kepada kita sejak awal, bahwa ketika kita mengikuti Dia, memilih Dia sebagai Juruselamat, menjadikan Dia sebagai Tuhan dalam hidup kita, kita harus siap menghadapi kesulitan dan berbagai macam kesakitan. Pesan ini tidak diberikan untuk menakut-nakuti orang percaya, tetapi sebagai suatu pesan di awal supaya kita mempersiapkan diri secara lahir batin untuk menghadapinya. Ada begitu banyak orang yang pada akhirnya memilih untuk mundur dari imannya karena tidak tahan pada penderitaan yang dialami. Paulus memberikan kita dorongan dan semangat untuk tetap memperjuangkan iman kita hingga akhir. Sepahit apa pun yang kita hadapi, percayalah bahwa tangan Tuhan tetap menolong kita. Tetaplah berjuang dan jangan pernah menyerah karena tangan Tuhan yang perkasa senantiasa menyertai kita.

DOA
Bapa yang baik, sepahit apa pun perjalanan hidup yang kujalani saat ini, aku akan tetap berjuang dan tidak akan menyerah sampai akhir. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here