welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Tetaplah Menjadi Terang

Roma 1:16-17; 10:9-15

Tega, merupakan kata yang sering diucapkan kepada mereka yang melakukan sesuatu di luar batas kewajaran terhadap sesama. Kita mungkin akan berkata "sungguh tega" jika melihat ada seorang anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya, apalagi dituduh sebagai penyihir. Hal inilah yang dialami seorang balita berusia dua tahun, bukan hanya ditelantarkan, bahkan ia dianggap penyihir oleh keluarganya sendiri. Sungguh tragis!
Bocah itu keadaannya sangat mengenaskan, badannya telanjang, kotor, kurus, cacingan, dan kelaparan. Selama delapan bulan ia harus hidup di jalanan, dengan hanya makan dari makanan bekas yang dilempar orang untuknya. Beruntung ia ditemukan oleh seorang pekerja kemanusiaan asal Denmark, Anja Ringgren Loven pada tanggal 31 Januari 2016 dan diberi nama Hope. Saat ditemukan, tubuh Hope terlalu lemas, ia hampir tak dapat berdiri ketika hendak meminum air dari botol. Kini, ia telah mendapatkan perawatan intensif dan tubuhnya telah berangsur membaik. Meskipun hukum yang berlaku di Nigeria, termasuk di Akwa Ibom daerah tempat Hope ditemukan, bahwa "menuding seorang anak sebagai penyihir merupakan tindakan kriminal", namun tetap saja tuduhan tersebut terus terjadi. Bukan hanya Hope, ternyata ada ribuan anak yang dituduh sebagai penyihir. Loven mengatakan, "Ribuan anak dituduh menjadi penyihir dan kami berdua sudah melihat penyiksaan terhadap anak, kematian anak, dan ketakutan anak." Loven dan suaminya, David Emmanuel Umem, saat ini telah mendirikan panti asuhan untuk menolong mereka.
Kepercayaan terhadap takhayul dan mitos tentu dapat membuat seseorang berlaku "tega" terhadap orang lain, bahkan terhadap keluarganya sendiri. Seperti halnya yang terjadi di Akwa Ibom, sebagaimana dikatakan oleh Sam Ikpe-Itauma, pekerja lokal bagi Jaringan Rehabilitasi dan Hak Asasi Anak, bahwa, "Ketika seorang anak dikatakan merupakan seorang penyihir, memiliki kemampuan spiritual sihir yang dapat membuat anak tersebut berubah menjadi seperti kucing atau ular, anak itu diyakini dapat menyebabkan kekacuan, seperti membunuh orang, membawa penyakit, kemalangan bagi keluarga." Apakah seorang anak, bahkan masih berusia balita memiliki kekuatan sihir atau magic? Hal ini terjadi tentu karena tidak adanya pengertian yang benar akan kebenaran sejati, yakni kebenaran Alkitab. Realitasnya, banyak orang belum mengenal dan percaya kepada Kristus.
Kisah ini seharusnya menyadarkan kita bahwa di berbagai belahan dunia, termasuk di lingkungan sekitar kita, ada banyak orang yang belum mengenal kebenaran dan percaya kepada Kristus. Mungkin saja tidak sampai menelantarkan anak-anak mereka atau mengabaikan keluarga mereka, tetapi mereka tetap membutuhkan Kabar Baik keselamatan dari Tuhan. Bersediakah kita terus bercahaya dan menjadi saksi Kristus seumur hidup?

DOA
Bapa, aku menyadari ada banyak orang yang sedang menuju kebinasaan, sebab itu biarlah aku terus dipakai menjadi terang dan saksi Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here