welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Wisata Bagi Jiwa

Habakuk 2:20

Pengarang sebuah pujian berjudul "Words God Speak" menjelaskan dengan rinci suasana keindahan ketika berada di dalam hadirat Tuhan. Ketika keheningan sorgawi memenuhi hati, kita kehilangan kata-kata untuk melukiskan keindahan kebersamaan dengan Tuhan. Seluruh gambaran tentang kebaikan dan kasih setiaNya di dalam hidup kita membuat air mata dan ucapan syukur menjadi satu-satunya ungkapan hati kita di hadapanNya. Kita tenggelam dalam suasana penyembahan yang dalam yang membawa suasana sorgawi turun di atas muka bumi, di mana seakan-akan hanya ada Tuhan dan diri kita. Sesungguhnya inilah kedalaman keintiman bersama Tuhan di mana kita tidak lagi menaikkan doa permintaan melainkan murni penyembahan akan kebesaran kuasa, kemuliaan, dan kasih setiaNya.
Dalam PL, Tuhan memerintahkan Musa untuk mendirikan Kemah Suci dan memisahkan ruang mahakudus untuk menjadi lambang kehadiranNya. Namun, tirai pemisah telah terkoyak (Mat 27:51) sehingga kita dapat menikmati kehadiranNya setiap saat. Pintu telah terbuka sepenuhnya untuk umatNya bisa menemui Tuhan. Sayang, sering kali kesempatan itu terabaikan karena kita terlalu sibuk dengan perkara-perkara lain. Kita memiliki kerinduan untuk dapat mengunjungi tempat-tempat wisata yang terindah di muka bumi ini. Namun, kita mengabaikan takhta Tuhan yang menjadi tempat terindah di dalam hidup kita. Marilah kita menanggapi seruan Nabi Habakuk dengan menjadikan hadiratNya sebagai sentral dari kehidupan kita. Daud berkata, "Jangan membuang aku dari hadapanMu." (Mzm 51:13). Hadirat Tuhan adalah menjadi kebutuhan utama bagi jiwanya melebihi keindahan istana miliknya. Kita banyak menikmati keindahan wisata dunia, namun perjalanan wisata yang terindah bagi jiwa kita adalah menghampiri takhtaNya.
Harta dunia tidaklah menolong dalam kesesakan, namun hadiratNya memberikan ketenangan, kenyamanan, kekuatan, dan penghiburan yang dibutuhkan rohani kita. Persekutuan yang erat dengan Tuhan akan melatih kepekaan kita sehingga tidaklah mustahil untuk kita dapat mendengar suara Tuhan. Seperti yang dikatakan Samuel ketika hadirat Tuhan menghampirinya, "Berbicaralah, TUHAN, sebab hambaMu ini mendengar." (1 Sam 3:10)
Bagaimanakah kita dapat merasakan Tuhan berbicara secara pribadi di dalam kehidupan kita? Milikilah kerinduan dan teruslah melatih diri kita untuk meluangkan waktu bersama dengan Tuhan di tengah-tengah kesibukan kita. Brother Lawrence (1614-1691) yang terkenal dengan bukunya "The Practice of The Presence of God" menyatakan, "Tidak ada yang termanis dan menyenangkan di dunia ini selain dari pada terus-menerus memiliki persekutuan dengan Tuhan, yang hanya akan dinikmati oleh mereka yang melatih diri untuk mengalamiNya."

DOA
Bapa, aku rindu menikmati hadiratMu karena itu yang terindah di dalam hidupku dan yang membuatku mampu menjalani hidup ini. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here