welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Mengalah Tidak Berarti Kalah

Filipi 2:3-4 

Seiring perkembangan zaman, nampaknya budaya mengalah terlihat semakin memudar. Alkitab pun menyatakan bahwa keadaan manusia pada akhir zaman akan mencintai dirinya sendiri. Semakin ketatnya persaingan di segala bidang, memiliki paradigma bahwa orang yang mengalah akan semakin dirugikan, dan ketidakpedulian terhadap orang lain, adalah faktor-faktor yang menjadikan seseorang semakin sulit untuk mengalah.
Apakah kita termasuk orang yang bersikap seperti yang disebutkan di atas? Sebagai orang percaya semestinya tidak demikian. Alkitab mencatat, "Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri." Hal ini memang tidaklah mudah untuk dilakukan, tetapi janganlah anggap ini sesuatu yang tidak relevan. Mengalah yang dimaksud bukan berarti kita harus mengalah dalam segala hal. Bila kita mengalah tetapi hasilnya malah merugikan banyak pihak, berarti kita sedang mengalah dalam konteks yang keliru.
Kisah Abram dan Lot dapat dijadikan contoh untuk hal mengalah. Berawal ketika para gembala dari Abram dan Lot yang berkelahi memperebutkan tanah untuk menggembalakan ternak mereka. Untuk menghindari perkelahian, Abram dengan kerendahan hati mempersilahkan Lot untuk memilih terlebih dahulu daerah yang dianggap baik menurutnya. Lot pun memilih lembah Yordan yang terlihat sangat baik. Abram menerima keputusan Lot, dan ia pun mengalah dengan menetap di bagian lainnya, yaitu di tanah Kanaan. Seperti yang kita ketahui bahwa pada akhirnya tempat yang dipilih oleh Lot dimusnahkan oleh Tuhan, yaitu di Sodom dan Gomora. Secara kasat mata, mungkin Abram hanya mendapat tanah sisa dan terlihat tidak sebaik lembah Yordan yang banyak airnya. Tetapi, Abram rela untuk mengalah demi menjauhi pertengkaran yang ada. Dan pada akhirnya, terlihat bahwa justru Tuhan memberikan yang terbaik bagi Abram.
Tindakan Abram inilah yang disebut dengan mengalah untuk menang. Sering kali, kita tidak menyadari bahwa dengan tidak mau mengalah, sebenarnya kita telah kalah, kalah oleh tipu muslihat Iblis. Dengan mementingkan diri sendiri, yang pada akhirnya akan terjadi perselisihan, kekacauan, dan perseteruan, sebenarnya saat itulah Iblis menjadi pemenang dan kita menjadi pihak yang kalah. Jika saat ini kita beranggapan bahwa dengan mengalah berarti kita kalah, anggapan tersebut adalah salah. Justru dengan mengalah, kita adalah pemenang yang sesungguhnya. Mengapa? Karena untuk mengalah dan menjadi pendamai itu sulit, dibutuhkan kerendahan hati, seperti yang dilakukan oleh Abram. Dan pastinya selalu ada upah untuk orang yang rendah hati, seperti Abram yang diberkati oleh Tuhan. Ingatlah ketika kita mengalah, saat itu juga kita telah merubah keadaan menjadi lebih baik.

DOA
Tuhan, berikanlah aku kerendahan hati agar aku dapat belajar mengalah, sehingga namaMu dipermuliakan di setiap tindakanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here