1 Timotius 4:6-7
Siapa yang tidak tahu Sinterklas, figur kakek gemuk berbaju wol merah putih, berjanggut putih lebat panjang? Dia suka membawakan kado dalam bungkusan raksasa untuk anak-anak di seluruh dunia, dengan delapan ekor rusa ajaib yang menarik kereta terbangnya. Sinterklas akan datang di malam Natal dan membagikan kado-kado tersebut lewat cerobong asap rumah semua orang. Anak-anak yang nakal tidak akan kebagian kado! Kisah Sinterklas sangat terkenal di negara barat dan menyebar sampai ke timur. Satu hal yang pasti, kisah seperti itu tidak baik kita ajarkan kepada anak-anak kita. Mari kita pahami dari mana asal mula kisah Sinterklas ini.
Sebenarnya sosok Sinterklas berasal dari seorang Uskup Eropa bernama Nikolas dari Myra. Ia lahir di kota Patara pada abad ke empat Masehi, yang sekarang merupakan negara Turki. Nikolas yang sangat religius ini memiliki kebiasaan untuk memberikan hadiah kepada orang-orang miskin, terutama anak-anak. Setelah Nikolas meninggal pada tanggal 6 Desember, penduduk Eropa masih sangat menghormatinya dan dirinya dijadikan Santo Nikolas. Di beberapa negara di Eropa, Santo Nikolas digambarkan sebagai laki-laki kurus berjanggut dengan jubah resmi. Karena tanggal 6 Desember yang merupakan hari untuk mengenang Santo Nikolas dekat dengan suasana Natal, maka dirinya suka dihubungkan dengan hari Natal. Kemudian tradisi mengenai Santo Nikolas ini dibawa ke Amerika oleh para imigran Belanda pada abad ke tujuh belas. Di Amerika sosoknya benar-benar diterima. Pada tahun 1809, Irving Washington menulis sebuah buku berjudul "A History of New York". Di dalam buku itu Santo Nikolas digambarkan sebagai seorang uskup yang bertubuh gemuk. Kemudian pada tahun 1822, Clement Moore menulis sebuah puisi yang berjudul "A Visit From Saint Nicholas". Lagi-lagi sosoknya kembali berkembang. Di dalam puisi tersebut Santo Nikolas digambarkan suka menggiring delapan rusa yang semuanya memiliki nama: Dasher, Dancer, Prancer, Vixen, Comet, Cupid, Donner, dan Blitzen. Nama Santo Nikolas akhirnya disingkat menjadi Santa Claus (Sinterklas) si pembawa kado di hari Natal.
Kita tahu sekarang bagaimana kisah Sinterklas berkembang sesuai dengan imajinasi orang-orang. Ada kisah tambahan lain di mana Sinterklas tinggal di kutub dan memiliki asisten bernama Pit Hitam yang suka memasukkan anak nakal ke dalam karungnya. Sebagai orang tua, kita tidak boleh membagikan kebohongan kepada anak-anak kita. Jangan pernah lagi membawakan kisah bahwa Sinterklas itu nyata dan akan memberi mereka kado di malam Natal. Natal adalah mengenai kelahiran Yesus Kristus sepenuhnya. Munculkanlah makna Natal yang indah tersebut dan jangan menutupinya dengan kebohongan kisah Sinterklas. Jika anak kita bertanya mengenai Sinterklas, jelaskanlah mengenai sejarah yang sebenarnya. Sinterklas hanya manusia biasa, seorang uskup baik hati!
DOA
Tuhan, aku berdoa agar anak-anak di seluruh dunia menyadari makna Natal yang sejati, yaitu kelahiranMu yang mulia, bukan hadiah ataupun Sinterklas. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
back
Best viewed in Mozilla Firefox 3 or greater


whay
Buku Keluarga Kristen
banner4
jwj
banner 3
Typologi Jilid 2
Buku Keuangan
jsj