welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Mimpi Sejuta Dolar

Mazmur 112:1-3; Amsal 20:13; Pengkhotbah 11:6 

 

M erry Riana, seorang keturunan Tionghoa kelahiran 29 Mei 1980, harus terpisah dengan keluarganya karena kerusuhan 1998. Orang tuanya memutuskan mengi-rimnya ke Singapura untuk keselamatannya. "Waktu itu rasanya seperti ada dalam film perang. Saya diminta pergi agar saya selamat," ujarnya. Tanpa persiapan yang memadai, Merry pun berangkat ke Singapura dan mendaftar di Nanyang Technological University jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE). Karena tidak memiliki biaya kuliah, ia meminjam dana dari Pemerintah Singapura. "Utang saya totalnya 40.000 dolar Singapura," ucapnya. Orang tua juga tidak bisa mengirimkan uang yang cukup kepadanya, sebab bisnis ayahnya sedang lesu karena dampak krisis moneter.
Merry hanya bisa membiayai hidupnya sebesar 10 dolar seminggu. Setiap pagi kadang ia sarapan mie instan dan kadang tidak sarapan sama sekali. Untuk bekalnya di kampus, ia membeli roti tawar besar dan mengiris-irisnya. Ia juga sering menahan lapar. Air minumnya selalu ia ambil dari air keran yang layak diminum di kampusnya. Ia juga rajin beribadah.
Setelah setahun kuliah, ia pun bekerja sebagai penyebar brosur biro jodoh di jalanan dan berpenghasilan 15 dolar sehari. Ia pernah menjadi pelayan di toko bunga dan pelayan pesta. Karena kehidupan yang sulit dan harus melunasi hutang kepada pemerintah Singapura, di usia 20 tahun Merry mulai membangun mimpi sejuta dolar. "Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses," tuturnya. Ia mencoba berbagai bisnis, mulai dari jasa pembuatan skripsi, MLM, dan saham, namun semuanya gagal. Ia bahkan pernah kehilangan 10.000 dolar dalam bisnis saham. Setelah lulus kuliah, ia bekerja 14 jam sehari menjual produk-produk keuangan dan perbankan, seperti asuransi, kartu kredit, deposito, tabungan, dll. Di usia 23 tahun, ia mulai berpenghasilan 220.000 dolar Singapura atau sekitar Rp. 1,5 miliar. Tahun 2004, ia mendirikan perusahaan Merry Riana Organization (MRO).
Sesuai dengan mimpinya, di usia 26 tahun penghasilannya mencapai satu juta dolar Singapura atau sekitar Rp. 7 miliar. Ia pun terkenal dan diberitakan oleh banyak media massa di Singapura sebagai miliarder di usia muda. Beberapa penghargaan pernah diterima Merry, seperti Penghargaan Dari Menteri Tenaga Kerja Singapura, Spirit of Enterprise Award oleh Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, dan banyak lagi penghargaan lainnya. Ia menuliskan kisahnya pada sebuah buku yang berjudul "Mimpi Sejuta Dolar" dan menjadi motivator wanita tersukses di Asia. Kesuksesannya juga tidak terlepas dari campur tangan Tuhan, sebab ia hidup takut akan Tuhan.
Kisah Merry, tentu mengingatkan kita bahwa untuk sukses butuh kerja keras, terus belajar, dan hidup takut Tuhan. Karena itu janganlah patah arang dan tetaplah semangat.

DOA
Bapa sorgawi, mampukan aku untuk memulai suatu bisnis dan berikan lapang hati bila gagal dan semangat baru untuk memulainya lagi. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here