welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Dibangun Di Atas Batu Nilam

Wahyu 2:8-11

Alkitab tidak menceritakan banyak hal tentang jemaat Tuhan di Smirna, selain dari tulisan Yohanes di pulau Patmos. Melalui catatan sejarah diceritakan tentang seorang penatua gereja Smirna bernama Polycarpus yang menolak membakar persembahan untuk menghormati kekuasaan Romawi. Lalu ia diikat di atas tumpukan kayu dan dibakar hidup-hidup dan kemudian ditikam. Kata terakhir yang diucapkan adalah, "Bagaimanakah aku dapat mengkhianati Raja dan Penyelamatku? Selama 86 tahun aku melayaniNya, tidak sedikit pun Ia mengecewakanku. Kalian dapat membakar tubuhku yang sebentar lagi apinya akan menjadi padam, namun kalian mengabaikan api Neraka yang akan menyala selamanya." Ia mengakhiri kehidupannya dengan sebuah kemenangan ketika api hanya mampu memusnahkan manusia jasmaninya namun tidak dapat mematikan rohnya yang terpaut erat dalam iman kepada Tuhan.
Watchman Nee, yang menghadapi siksaan fisik yang luar biasa di dalam penjara komunis di Tiongkok, berkata, "I learned to accept every problem that came as another opportunity to grow spiritually." Artinya, saya belajar untuk menerima setiap persoalan yang ada sebagai sebuah kesempatan untuk pertumbuhan iman. Kita belum menghadapi tantangan iman yang sedemikian, namun satu kebenaran yang harus kita mengerti bahwa Iblis berusaha menghancurkan kita melalui penderitaan, tetapi Tuhan membalikkannya menjadi booster yang memberikan pertumbuhan kerohanian yang luar biasa. Pelajari pola kerja Tuhan di dalam Alkitab yang memberikan kita sebuah kebenaran yang mendasar bahwa tokoh-tokoh besar Alkitab tidak pernah dihasilkan dari kenyamanan kehidupan di istana raja, namun lahir dari sebuah didikan keras Tuhan melalui penderitaan yang Tuhan izinkan terjadi di dalam kehidupan mereka. Keindahan dan kenyamanan istana menjatuhkan iman Salomo, namun kesesakan hidup di bawah tekanan Raja Saul menjadikan Daud biji mata Tuhan. Demikianlah angin sepoi-sepoi akan dengan mudah meninabobokkan kita, namun terpaan angin yang kuat membuat kita mempererat cengkeraman sebagai kekuatan pertahanan diri sampai angin mereda dan kita kedapatan tidak terjatuhkan. Cengkeraman yang kuat pada Tuhan adalah kekuatan yang tidak terkalahkan.
Yes 54:11 berkata, "Hai yang tertindas, yang dilanggar angin badai, yang tidak dihiburkan! Sesungguhnya, Aku akan meletakkan alasmu dari batu hitam dan dasar-dasarmu dari batu nilam." Sesungguhnya, Tuhan sedang membangun iman kita di atas dasar-dasar yang kuat dan tak ternilai harganya karena penderitaan akan mengerjakan kemuliaan Tuhan di dalam hidup kita. Oleh sebab itu, bertahanlah, jangan mudah menyerah dan putus asa. Namun demikian, kita juga harus memperkuat cengkeraman kita pada Tuhan, sumber segala kekuatan, yang menjadikan kita tampil sebagai pemenang.

DOA
Bapa, beriku kekuatanMu sehingga aku sanggup bertahan menghadapi segala macam masalah dan pencobaan di hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here