welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Sehati Mengarungi Hidup

Pengkhotba 4:9-12

Ada sebuah kisah menarik dari pasangan suami-istri yang dibeberkan di dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun TV di Tiongkok, Asiaone. Pasangan itu adalah Hao Ranran dan Qiu Guoying. Mereka berdua bekerja sebagai buruh pabrik di daerah Boading. Di tempat kerja inilah mereka bertemu dan jatuh hati. Hao sangat mengagumi Qiu, ia terkesan dengan sifat Qiu yang jujur dan pekerja keras. Namun sayangnya keluarga Hao menentang hubungan mereka, sebab keluarga Hao melihat Qiu tidak punya jaminan apa-apa untuk masa depan, lantaran Qiu hidupnya sangat miskin. Tetapi hal ini tidak membuat Hao menyerah, ia tetap bersikeras menjalani hubungan dengan Qiu hingga membuat Qiu semakin mencintai Hao dan berjanji akan bekerja keras untuk membahagiakan Hao.
Akhirnya, Hao dan Qiu sepakat untuk menikah. Dalam wawancara ini, Hao dan Qiu mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai uang untuk menyewa gaun pengantin. Dengan terpaksa mereka harus meminjam gaun pengantin. Setiap bulannya Hao dan Qiu hidup dengan sangat sederhana karena hanya mempunyai sedikit uang, sisa dari pembayaran sewa rumah. Tetapi itu tidak membuat Hao bersedih hati, sebaliknya ia berjanji tidak akan jajan atau pergi berlibur. Hao sangat percaya bahwa Qiu akan menepati janjinya, yaitu membahagiakan hidupnya. Qiu bekerja dengan keras dan Hao pun sangat berhati-hati dalam mengatur keuangan rumah tangganya. Saking hematnya Hao pun terkadang meminta sayuran bekas yang tidak laku di supermarket terdekat. Qiu berjuang mengumpulkan uang untuk membeli rumah. Dana yang dibutuhkan untuk uang muka beli rumah sekitar 100.000 yuan (Rp. 200 juta). Mereka mencoba menabung setiap bulannya sebanyak 3.500 yuan (Rp. 7 juta) dan hanya hidup dengan 5 yuan (Rp. 10.000) per harinya. Empat tahun lebih akhirnya impian mereka tercapai, dana untuk membayar uang muka rumah bisa terkumpul. Hao sangat senang karena Qiu menepati janjinya. Mereka pun mulai memindahkan perabot mereka dari rumah sewaan ke rumah baru. Setelah itu, mereka pun tetap menabung untuk menyelesaikan pembelian rumah itu dengan cara menyicil.
Hati Qiu sangat tersentuh dengan ketabahan istrinya yang mau hidup dalam kesulitan selama bertahun-tahun bersama dengannya. Qiu juga mencetak beberapa foto mereka berdua dan dibingkai kecil. Di setiap foto, ada kata-kata yang menyentuh hati Hao hingga membuat Hao semakin mencintai Qiu. Kini Qiu dan Hao hidup bahagia di rumah baru hasil perjuangan keras mereka berdua.
Mari kita belajar untuk sepakat saat kita membuat dan menjalani komitmen bersama pasangan kita, baik untuk mencapai sesuatu dalam kehidupan jasmani maupun di dalam kita melayani Tuhan.

DOA
Terima kasih Bapa, firmanMu mengajar aku kembali untuk bisa hidup sepakat bersama pasanganku. Ampuni aku jika selama ini masih egois. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here