welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Meneladani Misi Gereja Antiokhia

Roma 10:13-15

G ereja tidak bisa dipisahkan dari pemberitaan Kabar Baik. Gereja yang benar dan alkitabiah adalah gereja yang melakukan tugas pemberitaan Kabar Baik. Emil Brunner, seorang teolog terkenal asal Swiss, berkata, "Gereja lahir di bumi karena misi. Dan gereja hadir di bumi untuk misi." Artinya, gereja lahir di bumi karena sebelumnya telah ada pemberitaan Kabar Baik yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dan murid-muridNya. Kemudian gereja lahir, juga untuk memberitakan Kabar Baik dan menyelamatkan orang lain serta menggabungkan mereka ke dalam gereja. Jadi, pelayanan misi atau pemberitaan Kabar Baik sangat penting bagi gereja Tuhan, bahkan itulah tujuan gereja ada di bumi.
Dalam melakukan pemberitaan Kabar Baik sebagai tugas gereja, kita dapat belajar dari gereja Antiokhia. Gereja yang lahir dari pelayanan anggota gereja Yerusalem ini merupakan pusat misi pada zaman Perjanjian Baru. Dari gereja inilah Kabar Baik dibawa hingga ke ujung bumi. Hal ini berawal ketika terjadi penganiayaan besar terhadap jemaat di Yerusalem. Akibatnya anggota jemaat terserak-serak ke berbagai tempat untuk menyelamatkan diri. Tetapi dalam pelariannya itu, mereka juga memberitakan Kabar Baik ke berbagai tempat, termasuk di Antiokhia. Di Antiokhia banyak orang non-Yahudi yang diselamatkan, sehingga di situ lahirlah gereja kedua di dunia setelah gereja di Yerusalem, atau gereja non-Yahudi pertama di dunia. Lalu gereja Yerusalem mengutus Barnabas ke sana, yang kemudian disertai Paulus, dan tinggal di sana selama satu tahun (Kis 11:19-26), dan kemudian menjadi pemimpin-pemimpin di gereja tersebut.
Atas tuntunan Roh Kudus, gereja Antiokhia mengutus Paulus dan Barnabas untuk pergi memberitakan Kabar Baik (Kis 13:1-3). Setelah memberitakan Kabar Baik di beberapa tempat, Paulus dan Barnabas kemudian berpisah. Lalu, Rasul Paulus menjelajah dan membawa Kabar Baik hingga ke "ujung bumi", yakni Roma (Kis 28:16-31), pusat dunia beradab saat itu dan ibu kota kekaisaran Romawi, dan Spanyol (Rm 15:24, 28), yang juga sering dianggap sebagai ujung bumi pada masa itu. Dengan demikian tergenapilah perintah Tuhan Yesus untuk membawa Kabar Baik hingga ke ujung bumi (Kis 1:8). Paulus, beserta teman-temannya, menjelajah sangat jauh keluar wilayah Israel, dan terutama menjangkau orang-orang non-Yahudi. Dan, setiap kali ia selesai melakukan satu perjalanan misi, ia kembali ke Antiokhia, sebagai gereja pengutusnya (Kis 14:26-28; 18:22).
Pemberitaan Kabar Baik secara luas dan efektif hanya bisa terjadi jika ada orang-orang yang diutus oleh gereja dan bertanggung jawab kepada gereja. Para pemimpin gereja harus sungguh-sungguh menggumuli hal ini. Namun, setiap kita pun harus terlibat dalam pemberitaan Kabar Baik di mana pun kita berada.

DOA
Tuhan Yesus, beriku hati yang terbeban untuk memberitakan Kabar Baik, aku mau menaati Amanat AgungMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here