welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Gadol Dan Shalom

Hagai 2:10

Hagai berkata bahwa Bait Suci yang kedua, yang akan selesai dibangun nanti, kemegahannya akan mengalahkan kemegahan bangunan yang semula. Kata "kemegahannya" ini dalam bahasa Ibrani ditulis gadol yang menjelaskan bahwa Bait Suci ini akan dibangun lebih besar, tinggi, panjang, keras, kuat, dan hal lainnya yang dapat dibanggakan! Orang-orang yang melihat bangunan itu nantinya akan tercengang dan takjub. Alhasil, bangunan ini selain dapat digunakan untuk beribadah sebagai fungsi utamanya, juga dapat dibanggakan oleh orang-orang Yahudi. Inilah janji Tuhan melalui Hagai di tengah kelesuan rohani bangsa Yehuda. Bangsa Yehuda pun nantinya dapat menceritakan segala usaha dan kerja keras mereka dalam rangka membangun kembali Bait Suci itu kepada anak cucu mereka di kemudian hari, karena mereka mengambil bagian saat pembangunan Bait Suci itu berlangsung. Tetapi jika yang diceritakan hanya kemegahannya semata, maka fokusnya hanya kepada bangunan fisiknya. Berarti yang dibanggakan adalah hal-hal yang hanya bisa dilihat mata, padahal ada yang lebih penting daripada hanya sekadar yang terlihat itu, yakni hal yang tidak nampak!
Dalam ayat yang sudah kita baca, juga ditulis bahwa Tuhan akan memberi damai sejahtera! Kata "damai sejahtera" dalam bahasa Ibraninya ditulis shalom, yang mengandung makna aman, baik, bahagia, ramah, kesejahteraan, kesehatan, kemakmuran, serta kedamaian. Penekanan kata shalom bukan pada hal-hal yang berkaitan dengan materi tetapi kepada keadaan baik yang bisa dirasakan. Jadi, bangunan yang megah itu pun harus diisi oleh suasana yang baik juga. Percuma saja, jika Bait Suci itu hanya dibanggakan dari kemegahan bangunan fisiknya semata, tetapi tidak ada shalom di dalamnya. Justru bangunan itu akan semakin "wah" jika suasananya juga "wah".
Setiap manusia memang sudah naturnya lebih memikirkan hal yang nampak, sehingga melupakan hal-hal yang tidak nampak dalam hal apa pun juga. Sebenarnya memerhatikan hal-hal yang nampak itu tidak salah. Misalkan, memotong rambut untuk nampak lebih fresh, berdandan untuk nampak lebih cantik, menghias bangunan untuk nampak lebih bagus, dll. Tetapi ada hal yang tidak kalah pentingnya, yaitu memerhatikan hal-hal yang tidak nampak. Misalkan, memperbaiki karakter yang buruk, bertutur kata yang santun, membawa suasana damai ke dalam rumah, dll.
Jika kita sudah bernaung dalam satu gereja yang sudah memiliki bangunan tetap, maka bersyukurlah untuk hal tersebut, terlebih lagi jika bangunan gereja itu megah! Namun, jangan pernah lupa untuk mengisi gereja itu dengan shalom, sehingga gereja tersebut membawa kedamaian bagi jemaat dan nama Tuhan dimuliakan. Tentunya itu semua harus dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, jangan menunggu orang lain.

DOA
Bapa di Sorga, ajar aku untuk dapat memberi shalom ke dalam gereja di mana aku berjemaat, sehingga suasana Sorga nyata dalam gerejaku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here