welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Terri Calvesbert, Si Gadis Malang

Amsal 17:22; Yeremia 29:11

Tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang cantik merupakan impian dan dambaan bagi setiap anak gadis di seluruh dunia. Namun tidak bagi Terri Calvesbert, seorang anak gadis berusia 16 tahun. Pada usia 22 bulan, ia mengalami kerusakan wajah hingga 90%. Akibat luka bakar yang dideritanya, ia harus kehilangan rambut, hidung, mata, dan kesepuluh jari tangannya. Peristiwa naas itu terjadi karena kelalaian sang ibu, Jullie Minter. Malam sebelum tidur, ia merokok. Seusai merokok, sang ibu meninggalkan puntung rokok dengan api yang masih menyala di atas tempat tidur. Hal ini menyebabkan api membakar tempat tidur dan otomatis membakar si kecil Terri yang malang. Menurut dokter spesialis kulit luka bakar yang menanganinya di Chelmsford, Terri diperkirakan akan meninggal akibat luka bakar yang terlalu parah. Namun, akhirnya Terri masih bisa hidup hingga kini, walaupun dengan kondisi cukup mengkhawatirkan. Tidak tahan melihat hal yang menimpa anaknya, sang ibu merasa sangat bersalah dan frustasi sehingga ia akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Terri dan suaminya.
Terri yang tegar, kini hidup bersama sang ayah dan ibu tiri yang begitu menyayanginya. Akibat kelalaian ibunya, Terri harus menjalani lebih dari 50 operasi yang menyakitkan untuk menarik kulit dari bekas lukanya itu. Remaja yang mengenakan wig berwarna pirang ini akan terus melakukan pembedahan dan cangkok kulit seumur hidupnya. Dalam keadaannya yang memprihatinkan, Terri menerima penghargaan dari Pride Britain Awards di London pada usianya yang ke-10. Penghargaan ini diberikan untuk menghormati orang Inggris yang telah bertindak berani atau luar biasa dalam situasi yang menantang.
Dalam sebuah wawancara, Terri berkata dengan optimis, \"Aku memang telah menghabis-kan banyak hidupku di rumah sakit, namun aku tidak akan membiarkan hal itu membuatku merasa putus asa. Tanganku dapat direkonstruksi di usiaku ke-14. Dan di usiaku yang ke-18 aku masih akan menjalani operasi untuk membentuk kembali hidungku. Meski semua orang menatap dan membuatku marah, namun satu hal yang kupegang, apa yang ada di dalam diriku jauh lebih penting daripada yang terlihat di luar.\"
Tidak sedikit dari kita sering termakan dengan celaan orang lain atas setiap kekurangan yang ada di dalam diri kita, sehingga kita takut untuk melangkah di hari-hari ke depan. Terri membuktikan bahwa semangat hidupnya tidak akan pernah padam untuk menghadapi hari esok, ia tetap optimis. Bukankah Tuhan lebih tahu mengenai hidup dan masa depan kita? Ia bahkan berjanji memberikan masa depan yang penuh harapan kepada anak-anakNya. Meratap dan mengasihani diri sendiri hanya membuat kita tidak akan pernah bersyukur. Namun, semangat hidup dan ucapan syukur serta harapan kepada Tuhan Sang Pencipta, membuat kita akan terus kuat menatap masa depan dengan penuh sukacita!

DOA
Bapa, aku percaya kepadaMu dengan segenap hatiku, dan kepadaMu kuserahkan hidup dan masa depanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here