welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Indahnya Persaudaraan

1 Korintus 16:14; Ibrani 13:1

Sony yang baru berusia enam belas tahun harus mengambil alih tanggung jawab sebagai orang tua mengurus adiknya, Marcel, yang masih berusia tiga tahun. Semua berawal ketika ibunya pergi secara tiba-tiba karena telah menikah lagi. Ayahnya telah meninggal dunia dua tahun yang lalu. Sony sebenarnya memiliki tiga saudara dan ia adalah anak sulung, sedangkan Marcel adalah anak bungsu. Entah apa yang menjadi alasan ibunya sehingga ia hanya membawa pergi anak kedua dan ketiga dengan membiarkan Sony dan Marcel. Sony tidak tinggal berdua dengan adiknya namun juga ada tantenya yang memiliki gangguan jiwa sehingga tidak dapat beraktivitas dengan baik. Rumah yang mereka tinggali sangat tidak layak bahkan listrik pun telah diputuskan. Dalam kondisi ini, Sony harus membuat keputusan sulit antara sekolah atau bekerja menghidupi adiknya. Pada akhirnya ia meninggalkan sekolahnya saat kelas 1 SMP dan memilih bekerja untuk sekadar memberi adiknya makan. Masa-masa remaja yang biasanya dihabiskan oleh anak seusianya untuk belajar dan bermain tidak dapat dinikmati oleh Sony. Ia membantu penjual nasi goreng dari sore hingga jualan ditutup dengan upah per hari 10 ribu rupiah dan sepiring nasi goreng untuk dimakan berdua dengan Marcel. Ketika pulang malam, adiknya telah tertidur dan ia tetap membangunkannya untuk makan. Kemudian Sony juga pindah kerja ke warung kopi dengan upah 10 ribu dan dua potong roti per hari. Para tetangga juga sering memberi mereka makanan. Kasih sayang Sony yang tulus kepada adik bungsunya ia buktikan dengan mengorbankan kesenangan dan memilih bekerja keras.
Kisah inspiratif lain tentang dua bersaudara yang saling menyayangi adalah korban perampokan Pulomas beberapa waktu lalu. Diona, sang kakak, yang dalam kondisi sekarat, menggigit tangan Anet adiknya untuk memberi semangat supaya berjuang hidup. Gigitannya adalah sisa tenaga terakhir yang ia miliki sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Apa maksudnya ketika Tuhan memberikan saudara kepada kita? Itu bukan sekadar untuk meramaikan rumah tetapi juga supaya kita memiliki tempat sandaran lain selain orang tua. Ketika orang tua sudah tidak bisa lagi menjalankan tanggung jawab mereka, saudaralah yang akan mengambil alih. Perselisihan dan pertengkaran di antara saudara sudah biasa terjadi. Namun, itu tidak dapat dijadikan alasan menghilangnya kasih dan sayang kepada saudara. Karena itu, peliharalah kasih persaudaraan yang telah Tuhan ajarkan kepada kita agar kita dapat hidup bersama dengan damai. Setiap masalah yang ada dapat kita jadikan sebagai batu loncatan untuk semakin memperkuat hubungan persaudaraan. Di luar sana, ada banyak saudara yang saling membunuh hanya karena dendam, perebutan warisan, dan lainnya. Tetapi, kita yang hidup di dalam Tuhan diajarkan untuk tetap menjaga suasana yang indah dalam keluarga.

DOA
Bapa sorgawi, aku mau mengasihi saudara-saudaraku menurut ajaran kasihMu. Kiranya RohMu menolongku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here