welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Phoebe Snetsinger

Ezra 7:6, 10

Tidak ada yang lebih mencintai satwa burung jenis apa pun selain Phoebe Snetsinger. Wanita kelahiran Lake Zurich, Illinois, tanggal 9 Juni 1931 ini merupakan seorang ornitolog atau ahli burung. Wanita asal Webster Groves, St. Louis, Missouri, Amerika Serikat ini sangat terkenal karena telah mendokumentasikan lebih dari 8.398 spesies burung di seluruh dunia sampai saat kematiannya. Angka ini melebihi jumlah spesies burung yang didokumetasikan oleh siapa pun dalam sejarah. Wanita ini terinspirasi untuk memulai pengamatan burung setelah melihat spesies burung Blackburnian warbler pada tahun 1965. Dari situ kecintaannya terhadap burung mulai bertumbuh. Sebagai putri dari eksekutif pengiklan Leo Burnett, Snetsinger mewarisi sedikit kekayaan yang digunakan untuk mendanai berbagai perjalanan ke luar daerah dan ke luar negeri. Semua dilakukan hanya untuk menjalani hobinya tersebut. Pada tahun 1981 dokter mendiagnosis dia terkena melanoma terminal. Namun bukannya beristirahat di rumah, Snetsinger justru melakukan perjalanan ke Alaska untuk pengamatan burung. Dia mengambil banyak catatan di lapangan, menemukan spesies burung yang unik dan banyak di antaranya yang telah digolongkan sebagai spesies baru. Sayangnya, dalam perjalanan untuk pengamatan burung di Madagaskar pada tanggal 23 November 1999, mobil van yang ditumpanginya terguling dan dirinya meninggal dunia di tempat. Setelah wafat, karya ilmiah Snetsinger yang berjudul Birding on Borrowed Time diluncurkan oleh American Birding Association (ABA) pada tahun 2003. ABA sangat menghargai perjuangan Snetsinger tak hanya sebagai petualang naratif, tetapi juga pencatat dokumen perjalanan manusia. Tiga dari empat anak-anak Snetsinger menjadi pengamat burung di Amerika Serikat. Thomas J. Snetsinger, salah satu anaknya, menjadi spesialis pengamatan burung endemik Hawaii yang langka. Walau telah tiada, karya sang ibu tetap dilanjutkan oleh anak-anaknya.
Bayangkan jika kita sebagai orang percaya mampu melakukan seperti yang dilakukan Phoebe Snetsinger, namun dalam hal meneliti firman Tuhan. Sebagaimana kita tahu bahwa firman Tuhan sangat penting bagi kita, seperti dikatakan di dalam Mzm 119:105, "FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." Tetapi, bagaimana kita bisa dituntun oleh firman Tuhan kalau kita tidak mau mempelajarinya? Kita harus menaladani apa yang dilakukan oleh Ezra, yaitu bertekad untuk meneliti firman Tuhan. Ezra adalah seorang ahli kitab dan mahir dalam Taurat Musa. Menariknya, sekalipun dia dikenal sebagai ahli kitab, tetapi dia tetap mau meneliti firman Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Ezra adalah seorang pembelajar yang rendah hati. Mari kita berkomitmen untuk meneliti firman Tuhan. Sediakan waktu khusus untuk membaca dan mempelajarinya, dan tentu saja dengan bimbingan Roh Kudus. Niscaya kita akan memahami firman Tuhan dan hidup kita akan dituntun olehnya.

DOA
Bapa, beriku semangat dan kemampuan untuk meneliti firmanMu, sehingga firmanMulah yang akan menuntun hidupku, bukan yang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here