welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Tragedi Dos Palmas

Roma 8:28

Pada tanggal 27 Mei 2001, masyarakat Filipina diresahkan dengan kejadian penculikan sebanyak 20 turis di Pulau Dos Palmas, Palawan. Pelaku penculikan ini adalah kelompok yang menamakan diri mereka "Abu Sayyaf". Tujuan mereka melakukan penculikan hanya untuk meminta uang tebusan dengan jumlah yang sangat banyak. Dan jika permintaan tidak dipenuhi, mereka tidak akan segan-segan memenggal kepala tawanan satu per satu. Contohnya adalah tindakan sadis yang mereka lakukan terhadap salah satu warga Amerika bernama Guillermo Sobero. Mereka membunuhnya dan mengatakan bahwa tindakan itu sebagai bentuk hadiah ulang tahun bagi Presiden Filipina saat itu, Gloria Macapagal-Arroyo. Di antara para tawanan tersebut, ada dua misionaris yang merupakan pasangan suami-istri bernama Martin dan Gracia Burnham. Kedua misionaris ini sedang merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-18 ketika mereka ditangkap kelompok radikal Abu Sayyaf dan diculik selama lebih dari setahun. Pada sebuah wawancara, Gracia menceritakan bagaimana mereka hidup menjadi tahanan para teroris dengan cara berlari-lari mengikuti mereka di hutan-hutan. Dia dan suaminya tidak pernah tahu akan makan apa, dan ketika haus mereka akan minum dari aliran sungai walaupun kotor. Pernah mereka tidak makan apa pun selain garam dan air selama 10 hari. Kondisi mereka teramat lemah sehingga terpaksa memakan dedaunan. Ditambah perlakuan kasar para teroris yang menambah berat situasi mereka. Martin dan Gracia selalu berdoa kepada Tuhan agar salah satu dari mereka berhasil selamat dan pulang untuk membesarkan anak-anak mereka. Namun Gracia berkata sambil menangis bahwa Tuhan memilih orang yang lebih lemah untuk diselamatkan. Ya, nahas baginya karena pada akhirnya Martin tewas terkena tembakan ketika pasukan Filipina yang datang untuk menyelamatkan mereka terlibat baku tembak dengan para teroris tersebut.
Lebih dari 10 tahun peristiwa itu berlalu, dan Gracia tidak pernah meninggalkan Tuhan. Ia tetap melayani Tuhan dengan setia walau kepedihan harus ditanggungnya. Gracia senantiasa mengingat perkataan suaminya bahwa penderitaan yang mereka alami adalah bagian dari pelayanan juga, dan suatu saat semua itu akan berakhir diganti sukacita. Bagaimanapun, peristiwa penculikan Dos Palmas yang merenggut puluhan nyawa turis dan tentara Filipina itu telah menjadi pembelajaran iman bagi Gracia dan meneguhkan hatinya untuk lebih dalam lagi mengasihi Tuhan. Ia tetap melayani Tuhan dengan berbagai pelayanan seperti menulis buku dan bepergian ke mana-mana untuk memberitakan Kabar Baik dan berkhotbah.
Terkadang kita mengalami kepedihan dalam hidup ini. Namun ingat satu hal, bahwa apa pun yang terjadi, Tuhan bisa membuatnya menjadi suatu kebaikan bagi kita. Tetaplah setia melayaniNya, bertumbuh dengan kasih kepada Tuhan, dan berjalan sesuai firmanNya.

DOA
Tuhan, aku serahkan semua kesulitan dan masalah hidupku ke dalam tanganMu. Aku percaya Engkau punya rencana indah dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here