welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Petra Anderson

Yesaya 55:8-9

Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan hidupnya. Setiap hari dapat saja kita berhadapan dengan maut. Hanya Tuhan yang tahu! Tragedi mengenaskan yang terjadi pada tanggal 20 Juli 2012, menarik perhatian seluruh dunia. Kasus penembakan saat Premiere Batman: The Dark Knight Rises di Colorado, AS, menghilangkan nyawa 12 orang. Salah satu korban penembakan adalah seorang wanita bernama Petra Anderson. Empat peluru mengenai tubuhnya dan salah satu mengenai kepalanya dan bersarang tepat di bagian otak. Keluarganya hanya bisa berdoa dan berharap mujizat akan terjadi. Pihak rumah sakit segera melakukan penanganan yang intensif dan melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru tersebut. Betapa terkejutnya tim medis sebab terjadi sesuatu yang tidak disangka. Ternyata Petra mempunyai kelainan, yaitu terdapat rongga yang berisi cairan yang berada di depan otaknya. Cairan di dalam rongga itu mengalir dari depan tengkorak hingga ke bagian belakangnya. Peluru yang bersarang di kepalanya gagal menembus otak akibat adanya cairan yang mengalir di dekat otaknya. Peluru itu pun akhirnya hanya bersarang di tulang kranialnya, yang melindungi otak. Tembakan maut yang mengenai Petra tidak membawanya kepada kematian. Kelainan genetik pada otak yang dialami Petra menyelamatkan hidupnya dari kematian.
Manusia pada umumnya selalu menganggap kelainan pada tubuhnya sebagai cacat dan aib yang memalukan. Dalam kisah Petra Anderson ini Tuhan mengajari kita, bahwa setiap bagian tubuh kita itu selalu berguna, bahkan bagian tubuh Petra yang cacat pun dapat menyelamatkan nyawanya. Justru kekurangan yang kita anggap sebagai aib, itulah yang mungkin dapat menolong kita dari masalah tertentu. Dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi, jika Petra tidak memiliki kelainan genetik pada otaknya? Mungkin saat ini dia sudah tidak lagi hidup di dunia ini.
Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, ada yang cacat secara fisik atau cacat secara mental. Tetapi kita bisa melihat kisah-kisah hidup mereka yang cacat diberitakan melalui media massa justru untuk menguatkan orang-orang lainnya yang tidak cacat secara fisik dan mental. Mereka menggunakan kekurangan mereka sebagai alat untuk mencapai kesuksesan. Masihkah saat ini kita mengeluh atau minder dengan kekurangan kita? Masihkah kita kecewa dan marah kepada Tuhan karena kekurangan kita? Tuhan mengatakan bahwa Ia bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Ini saatnya bagi kita untuk membuka mata kita, dan melihat tangan Tuhan yang ajaib dapat mengubah setiap kelemahan hidup kita untuk menjadi sesuatu yang menguntungkan kita. Mari kita menerima setiap kekurangan yang kita miliki dan bersyukur kepada Tuhan untuk penyertaan dan campur tanganNya.

DOA
Tuhan, terima kasih untuk setiap karyaMu yang menjadikan hidupku semakin indah. Biarlah namaMu selalu diagungkan di seluruh bumi. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here