welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Ketamakan Eustace

Efesus 2:1-5

Clive Staples Lewis pernah menulis mengenai seorang tokoh fiksi anak-anak yang bernama Eustace Clarence Scrubb. Dalam kisah tersebut, anak nakal ini melarikan diri dari rombongan pasukan kerajaan yang berlabuh di sebuah pulau ketika sedang berlayar untuk mencari 7 orang anggota kerajaan. Kemudian Eustace menemukan sebuah gua yang dijaga oleh seekor naga yang sekarat. Setelah naga itu mati, Eustace memberanikan diri masuk ke gua tersebut dan menemukan bahwa ternyata gua itu penuh dengan emas dan harta karun. Dikisahkan anak nakal ini memiliki pikiran sejahat dan setamak naga. Karenanya, ia langsung memakai salah satu gelang emas yang ia temukan pada tangannya. Karena terlalu besar, ia memakainya sampai ke lengan bagian atas. Seandainya ia bisa membawa semua harta di dalam gua itu, ia pasti akan melakukannya. Akhirnya karena kelelahan ia tertidur di gua naga tersebut. Betapa kagetnya dia ketika mendapati dirinya telah berubah menjadi seekor naga ketika bangun dari tidurnya.
Karena telah menjadi naga, gelang yang ada di lengan atasnya menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Ini disebabkan ukurannya yang sangat kecil begitu menekan lengannya. Singkat cerita, Eustace dapat berkumpul kembali bersama rombongan kerajaan yang berhasil mengenali dirinya dalam sosok naga itu. Dengan tubuh naga, Eustace menjalani hari-harinya dengan kesedihan dan kesakitan akibat gelang di lengan atasnya. Akan tetapi dukungan dan penghiburan dari kawan-kawannya mulai mengubah sifat dan kebiasaan buruknya. Perlahan-lahan Eustace berubah menjadi pribadi yang sangat baik. Ketika itulah Aslan, sang pencipta dunia dalam kisah tersebut, datang dan mengubah kembali sang naga menjadi sosok Eustace, si anak laki-laki. Gelang pada lengannya dapat dilepas dan akhirnya rasa sakitnya hilang bersama dengan sifat buruk dan ketamakannya.
Kita pun memiliki kisah yang serupa. Sesuai dengan ayat tema di atas, kita dahulu sudah mati karena pelanggaran dan dosa kita. Kita mengikuti apa yang menjadi jalan dari dunia ini. Kita juga begitu menaati hawa nafsu yang berasal dari Iblis, sehingga kita layak untuk binasa. Namun Tuhan yang penuh kasih telah menunjukkan kebaikanNya yang luar biasa bagi kita, yang mau mengambil keputusan untuk bertobat. Oleh kasih karuniaNya kita dapat dihidupkan kembali bersama dengan Kristus dan memperoleh keselamatan. Jika Eustace tidak mengubah sikapnya menjadi lebih baik, ia akan selamanya terperangkap di dalam tubuh naga dengan kesakitan luar biasa pada lengannya. Begitu juga dengan kita, jika kita tidak bertobat dan meninggalkan kehidupan lama kita yang penuh dengan dosa, kita tidak akan pernah mendapat kasih karunia Tuhan dan akan terus terperangkap di dalam tubuh dosa kita. Percayalah kepada Kristus, serahkanlah hidup Anda kepadaNya, dan berusahalah memiliki kehidupan yang berkenan di mataNya. Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

DOA
Tuhan, aku tahu bahwa aku telah merdeka dari dosa. Karenanya, aku tak mau lagi diperhamba olehnya. Biarlah buah pertobatan muncul dari dalam hidupku. Dalam nama Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here