welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Gelas Dan Ular

Bilangan 21:5-9; Yohanes 3:14-15

Ketika aku melewati sebuah apotik, aku tertarik untuk mencari tahu apa arti dari lambang ular dan gelas yang menjadi simbol apotek. Ternyata, lambang tersebut berasal dari mitos seorang dewi Yunani, Hygieia. Dewi ini sering digambarkan sedang memegang gelas dengan ular jinak yang mengitarinya dan seolah minum dari gelas tersebut. Hygieia adalah dewi kesehatan, kebersihan, dan sanitasi yang merupakan putri dari Asclepius (dewa pengobatan dan penyembuhan dalam mitologi Yunani). Kata "higienis" berasal dari nama dewi ini. Sedangkan menurut kepercayaan Yunani kuno, ular yang melilit pada gelas menggambarkan kebijaksanaan dan kesembuhan. Bahkan ular juga dipercaya bisa membawa jiwa orang yang telah meninggal untuk hidup kembali. Itulah kisah dari mitos gelas dan ular yang menjadi simbol apotik.
Gelas Hygieia dengan ular yang mengitarinya telah menjadi simbol dari banyak asosiasi farmasi di seluruh dunia. Bagi orang-orang yang memercayai mitos tentang Dewi Hygieia, mereka juga percaya bahwa dewi ini dapat membawa kesembuhan bagi siapa saja yang mengalami sakit penyakit. Hal ini mengingatkanku akan sebuah kisah yang serupa. Kisah ini juga mengikutsertakan sosok ular yang mengitari sebuah benda, yaitu tiang. Berikut kisah dari Nehustan, ular tembaga yang dibuat oleh Musa. Pada waktu itu, orang Israel kembali mengeluh mengenai makanan yang mereka terima di padang gurun. Mereka berkata bahwa mereka telah muak terhadap makanan-makanan yang Tuhan kirimkan. Bagi mereka, semua itu adalah makanan yang hambar. Mereka mencoba untuk memberontak dan melawan Tuhan.
Akhirnya, di dalam murkaNya Tuhan menyuruh ular-ular tedung untuk memagut banyak orang dari bangsa Israel. Karena banyak yang mati terkena gigitan ular-ular tersebut, akhirnya bangsa Israel menyesali setiap perkataan mereka dan memohon belas kasihan Tuhan. Kemudian Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat sebuah patung ular tedung dari bahan tembaga dan meletakkannya pada sebuah tiang. Barangsiapa yang telah terkena gigitan ular dan memandang kepada patung tersebut akan mengalami kesembuhan dari racun ular yang mematikan. Sangat disayangkan, belakangan orang Israel memberikan nama Nehustan kepada patung itu dan menyembahnya sebagai berhala, sampai akhirnya Raja Hizkia menghancurkannya. Ternyata, ular tembaga ini juga menjadi simbol dari Yesus sendiri.
Ditulis di dalam Yoh 3:14-15, "Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal." Artinya, barangsiapa yang memandang dan percaya kepada Yesus yang telah ditinggikan di atas kayu salib, Ia akan mengalami keselamatan dan pemulihan dari hidup yang penuh dosa. Ia akan dibebaskan dari jerat maut yang mematikan. Jadi, jangan pernah berpaling dari Yesus. Tetaplah memandang sumber keselamatan kita!

DOA
Yesus, aku mau tetap hidup di dalamMu. Aku tidak mau tertipu oleh godaan di dunia yang dapat membinasakanku. Selamanya hanya Kau yang kupandang. Dalam nama Yesus. Amin


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here