welcome visitor
Join us

categories
artikel -

All By His Grace

1 Korintus 15:9-10 

Karl Barth adalah seorang teolog besar asal Swiss, yang sering dianggap sebagai teolog terbesar pada abad ke-20. Dogmatika Gereja (Jerman: Kirchliche Dogmatik) adalah bukunya yang fenomenal, salah satu buku teologi terbaik yang pernah ditulis. Buku ini terdiri dari 13 jilid dengan lebih dari 6 juta kata dan total lebih dari 9.000 halaman!
Pada saat pemakaman Barth, Hans Kung, seorang teolog besar yang juga berasal dari Swiss, menceritakan salah satu perbincangan yang pernah dilakukannya dengan Barth. Barth saat itu berkata kepada Kung, "Jadi Anda berpendapat bahwa saya beriman teguh? Saya sendiri tidak pernah mengaku bahwa saya mempunyai iman yang teguh. Dan kalau tiba waktunya saya harus menghadap Tuhan saya, saya tidak akan tampil dengan perbuatan-perbuatan saya, yaitu buku-buku 'dogmatika' saya dalam keranjang di atas punggung. Semua malaikat di sana tentu akan tertawa. Namun saya juga tidak akan menyatakan, 'Saya selalu memiliki maksud baik, saya mempunyai iman yang teguh.' Tidak! Hanya satu hal yang akan saya katakan, 'Tuhan, bermurah hatilah kepada saya, orang berdosa yang malang ini!'"
Kata-kata Barth di atas adalah bentuk kerendahan hatinya di hadapan Tuhan. Doanya, "Tuhan, bermurah hatilah kepadaku, orang berdosa yang malang ini!" bukanlah tanda rasa rendah diri Barth atau bentuk keraguannya akan kasih dan pengampunan Tuhan dalam hidupnya, tetapi sebagai bentuk pengakuannya akan ketidaklayakannya di hadapan Tuhan. Memang, semua yang ada dalam hidup kita hanyalah anugerahNya. Kita diselamatkan dari hukuman dosa adalah semata-mata karena anugerahNya, karena darahNya yang tertumpah di Golgota. Kita bisa melayaniNya juga karena anugerahNya yang melayakkan kita. Semua kemampuan dan talenta yang kita miliki, juga adalah anugerahNya. Hal ini disadari penuh oleh Rasul Paulus. Dia merasa tidak layak sebagai rasul Tuhan Yesus, sebab sebelumnya ia adalah seorang penganiaya jemaat Tuhan. Namun atas anugerahNya, dia dipanggil menjadi rasulNya. Itulah sebabnya Paulus bekerja keras lebih dari semua rasul lain, namun ia menyadari bahwa kemampuan itu pun datangnya dari Tuhan, bukan atas kekuatannya sendiri.
Sudah sepantasnya kita bersikap rendah hati di hadapan Tuhan. Kita harus senantiasa menyadari bahwa kita adalah manusia yang penuh dosa, yang diselamatkan hanya oleh anugerahNya semata. Karena itu tidaklah pantas bagi kita meninggikan diri di hadapanNya. Dan Tuhan senang jika kita mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita di hadapanNya, serta memohon anugerahNya untuk melayakkan kita melayaniNya. Setiap kali kita tergoda untuk menyombongkan diri atas apa yang telah kita capai, atas pelayanan yang sedang kita jalankan, atau atas apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita, ingatlah, semua hanya karena anugerahNya. All by His grace!

DOA
Bapa sorgawi, ajar aku untuk tetap rendah hati di hadapanMu, sebab aku hanyalah orang berdosa yang diselamatkan oleh anugerahMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here