welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Emas Murni Tidak Takut Lumpur

Maleakhi 3:3

Angel kehilangan antingnya saat berlibur ke kampung neneknya. Antingnya jatuh saat ia sedang mandi di tempat pemandian umum yang berbentuk kolam kecil dan dasar kolamnya berlumpur. Enam bulan kemudian ia kembali berlibur ke kampung neneknya tersebut. Ketika siang hari ia ke pemandian umum itu, ia melihat sebuah benda yang bersinar terkena cahaya matahari di tengah-tengah kolam. Ia memungutnya dan betapa terkejutnya ia karena benda tersebut adalah antingnya yang hilang. Ia memerhatikan dengan baik, anting tersebut sedikit kotor karena dipenuhi lumpur, namun setelah lumpurnya dibuang, anting emas itu kembali terlihat indah dan tidak berkarat sedikit pun, warnanya juga tidak memudar.
Emas murni hanya akan didapatkan bila proses pemurniannya dilakukan dengan tahap yang benar dan sampai selesai. Emas yang tidak menyelesaikan proses pemurniannya, tidak mungkin menjadi emas murni. Ia akan menjadi rusak dan tidak mampu bertahan, sehingga lama-kelamaan ia bisa berkarat dan tidak akan menjadi benda yang berharga.
Proses pemurnian emas itu "menyakitkan", namun akan menghasilkan sesuatu yang sangat indah dan berharga. Sebagaimana pengalaman seorang mahasiswa teologi berikut ini. Ia bukanlah sosok yang memiliki karakter seorang hamba Tuhan. Ia datang dengan membawa karakter buruknya. Namun, saat tinggal di asrama, ia mengalami proses pembentukan. Semua karakter buruknya mulai dikikis sedikit demi sedikit hingga akhirnya ia menjadi seseorang yang berkarakter hamba Tuhan. Ketika ia masuk dalam dunia pelayanan dengan berbagai macam persoalan, ia tidak mudah jatuh. Pembentukan yang diterimanya, membuat ia semakin kuat dan tetap semangat untuk melayani di ladang Tuhan.
Demikian juga dengan murid-murid Tuhan Yesus, telah melewati proses hidup saat mereka mendampingi Tuhan Yesus selama pelayananNya di dunia. Itulah sebabnya mereka tidak takut ketika badai hidup dan penderitaan datang menimpa secara bertubi-tubi. Bahkan mereka justru tetap bersinar, cahaya mereka sama sekali tidak redup sedikit pun. Lumpur derita tidak dapat membuat cahaya iman mereka pudar, semangat pelayanan mereka tetap sama seperti saat mereka tidak menghadapi tekanan.
Emas yang murni, tidak peduli ke mana ia dimasukkan, ia tetaplah emas. Berbeda dengan barang imitasi atau aluminium, akan berkarat jika terendam di dalam lumpur. Demikian juga dengan orang percaya. Jika kita benar-benar telah melewati proses yang akan membentuk diri kita menjadi "emas murni" di hadapan Tuhan, maka sekalipun kita dicelupkan ke dalam lumpur penderitaan, cobaan, dan semua masalah hidup, kita tidak akan berubah. Kita akan tetap menjadi "emas murni". Ke mana pun kita dibawa, tidak akan mengubah jati diri kita sebagai anak-anak terang.

DOA
Bapa di dalam Sorga, bentuk aku menjadi emas murni yang selalu bertahan di mana pun berada dan tidak pernah takut pada lumpur. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here