welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Dyslexia, Bukan Akhir Segalanya

Amsal 17:6; Efesus 6:4

Taare zameen par atau yang lebih dikenal dengan like stars on earth adalah judul film yang diproduksi oleh Aamir Khan, salah satu aktor film India. Film ini bercerita tentang seorang anak yang menderita dyslexia. Dyslexia berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys yang berarti kesulitan untuk dan lexis yang berarti huruf atau leksikal. Jadi, dyslexia adalah suatu keadaan ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.
Anak yang menderita dyslexia ini bernama Ishaan yang duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Ia sangat gemar melukis. Bagi orang-orang yang di sekelilingnya, Ishaan terkenal bandel, pemalas, bodoh, dan idiot. Semua pelajaran di sekolahnya mendapatkan nilai nol. Bahkan dalam satu ujian matematika, Ishaan hanya menjawab satu soal saja dan itu pun salah. Dia kesulitan membaca, sehingga setiap kali Ishaan membaca, huruf-hurufnya seperti menari-nari. Hukuman menjadi makanan sehari-hari baginya. Sampai akhirnya, orang tuanya mengirim Ishaan ke sekolah asrama yang terkenal disiplin. Orang tuanya berharap Ishaan mengalami perubahan di sekolah itu dan menjadi anak yang rajin, pintar, serta disiplin. Tetapi, yang terjadi malah sebaliknya, Ishaan merasa terbuang dari keluarganya. Ia merasa tidak diharapkan dalam keluarganya, tidak seperti kakaknya yang selalu menjadi juara dalam semua mata pelajaran. Di sekolahnya yang baru, Ishaan kehilangan keceriaannya, juga kenakalannya, bahkan juga kesenangannya untuk melukis. Keadaan Ishaan semakin terpuruk. Sampai suatu ketika, ada seorang guru seni bernama Nikumbh menyadari keadaan Ishaan. Nikumbh berusaha mengajari Ishaan. Perlahan, Ishaan belajar mengeja lagi, lalu menulis, dan berhitung sebagai kemampuan dasarnya. Ia pun mulai gemar melukis lagi.
Perbuatan Ishaan seperti malas belajar dan suka bertengkar dengan temannya adalah akibat dari suatu masalah. Sering kali kita langsung menuduh atau menghakimi anak kita sendiri sebagai anak yang bandel dan pemalas, tanpa kita mengenalnya terlebih dahulu. Dari film ini kita dapat belajar, bahwa dukungan, pelukan, ciuman serta kasih sayang dari orang tua sangat penting. Pendidikan yang paling utama bukan didapatkan dari sekolah, tetapi dari orang tua. Jadi, apabila anak kita bermasalah, yang harus diselidiki bukan akibatnya, tetapi penyebabnya. Apa yang menyebabkan anak kita menjadi pemalas dan bandel. Seandainya anak kita ternyata mengidap dyslexia, jangan pernah takut! Itu bukan akhir dari segalanya. Banyak orang sukses yang mengidap dyslexia, antara lain adalah Steve Jobs, Tom Cruise, Lee Kuan Yew, Whoopi Goldberg, Deddy Corbuzier dan bahkan Albert Einstein. Seorang anak memang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, tetapi orang tua juga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

DOA
Bapa, bimbing hambaMu untuk dapat mendidik serta mengasihi anakku di dalam ajaran firman Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here