welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Jadilah Seperti Bayi

Mazmur 4:8; 16:9

Kehidupan setiap orang adalah misteri. Tidak ada yang dapat menebak dengan pasti apa yang akan terjadi pada beberapa detik kemudian. Demikian juga dengan orang tua Darcie. Kelahiran Darcie merupakan sukacita yang sangat besar bagi keluarga mereka, tetapi kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Darcie yang berusia delapan bulan menderita tujuh tumor yang berisiko kanker dalam tubuhnya. Namun, bayi yang tidak mengerti akan apa yang terjadi pada dirinya, selalu tersenyum. Bahkan orang tuanya mengatakan senyum Darcie itu yang selalu memberi mereka kekuatan. Senyum Darcie tidak pernah lepas dari bibir mungilnya. Ia juga jarang menangis. Pada akhirnya dengan mujizat Tuhan, Darcie telah mengalami kesembuhan total dari tumor-tumor itu.
Anak kecil masih sangat polos, mereka selalu mengekspresikan perasaan dan keadaan mereka tanpa merasa malu pada sekitarnya. Jika mereka senang, mereka akan terlihat ceria, tetapi bila mereka sedih mereka akan cemberut atau menangis. Itulah bayi. Darcie adalah seorang bayi yang masih belum memahami apa yang terjadi pada dirinya. Akan tetapi, ia dapat merasakan sakit dari tumor tersebut. Namun, ia bersikap seolah-olah tidak merasakan apa-apa dan hanya tersenyum yang menggambarkan keadaan hatinya yang senang.
Kita sering menjumpai tulisan-tulisan "senyum itu sehat", "senyum itu indah", "senyum membawa kebahagiaan", dlsb. Tulisan ini ingin memberitahu kita betapa pentingnya senyum yang lahir dari hati, bagi hidup kita. Namun, sepertinya kita kurang memahami bagaimana cara mengekspresikan diri melalui senyum bahagia. Ini karena kondisi hati yang sedang galau. Kita adalah orang-orang yang sudah dewasa, berbeda dengan Darcie. Terkadang kita perlu bersikap seperti anak kecil yang seolah-olah tidak mengetahui masalah apa yang terjadi dan hanya tetap tersenyum. Seperti Darcie, karena ia adalah anak kecil, yang biasanya menangis di saat ia menderita sakit, namun yang terjadi adalah ia selalu menghiasi wajahnya dengan senyuman. Ia sepertinya telah mengabaikan rasa sakitnya dan memberikan semangat kepada orang tuanya melalui senyum manisnya, walau ia sendiri belum mengerti apa itu tersenyum.
Kita harus berusaha bagaimana cara menjaga kondisi hati agar tetap bahagia. Seseorang yang menderita cacat kaki pernah ditanyai oleh seorang teman, "Bagaimana kamu bisa berani menghadapi dunia yang kejam ini dan memiliki begitu banyak teman?" "Penyakit ini hanya menyentuh kakiku dan tidak akan pernah menyentuh hatiku," jawabnya. Keadaan yang paling sulit untuk membuat kita tersenyum adalah saat sakit, entah itu sakit secara fisik maupun sakit hati dan perasaan. Lalu mengapa kita harus tetap tersenyum di kala sedang sakit? Karena dengan senyum yang berasal dari hati akan membuat kita menjadi jauh lebih baik. Kita juga dapat menaklukkan sakit yang kita hadapi. Hanya dengan usaha untuk tetap menjaga hati agar tenang, maka kita bisa berbahagia.

DOA
Bapa, Engkau adalah sumber sukacitaku. Aku mohon berikan kedamaian di hatiku agar mampu tersenyum bahagia sekalipun keadaan menyakitkan. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here