welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Bahagia Layaknya Si Berang-Berang

2 Korintus 13:11; Filipi 4:4-6

Ketika aku sedang berada di Sungai Yordan di Tiberias, aku begitu menikmati pemandangan yang ada di sungai tersebut. Sungai Yordan memiliki suasana yang dapat membuat hatiku terasa sangat tenteram dan damai. Aku pun berjalan ke tepian sungai yang dibatasi oleh pagar. Di situ aku melihat banyak burung camar beterbangan ke sana ke mari menyusuri sungai tersebut. Tidak berapa lama kemudian aku tersentak oleh bunyi cipratan air yang mendadak terdengar dari dalam sungai. Begitu aku melayangkan pandanganku ke arah bunyi tersebut, aku melihat sosok gelap seukuran kucing dewasa sedang berenang dengan asyiknya di Sungai Yordan. Ketika aku berjalan ke posisi yang lebih dekat dengan sosok itu, barulah aku menyadari hewan apakah itu. Ternyata, hewan berwarna cokelat gelap itu adalah seekor berang-berang. Aku sangat senang bisa melihat berang-berang, karena selama ini aku hanya melihat hewan yang lucu itu di film atau gambar internet. Berang-berang adalah mamalia yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam sungai. Biasanya hewan ini membangun rumahnya yang terdiri dari ranting-ranting yang disusun membentuk sebuah bendungan.
Ketika aku melayangkan pandanganku ke sekitar sungai ini, betapa terkejutnya aku melihat banyak sekali lele berukuran besar di Sungai Yordan. Tampaknya lele-lele tersebut hidup damai berdampingan dengan si berang-berang, karena hewan ini adalah hewan herbivora dan tidak memakan ikan. Kemudian aku dapat membayangkan betapa bahagianya hidup si berang-berang. Ia dapat berenang bebas berkeliaran di sungai yang tenang ini, dengan sumber makanan utama berupa tumbuh-tumbuhan yang melimpah ada di sekitarnya. Lalu daun-daunan di tepi sungai bergoyang anggun tertiup angin. Suasana pembaptisan turis-turis asing yang khusyuk dan tenang juga menambah kenyamanan berada di lingkungan sungai ini. Dan di bagian lain dari sungai ini pula Tuhan Yesus pernah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Sungai yang sangat bersejarah yang membuat banyak orang percaya sangat rindu untuk mendatanginya. Aku membayangkan betapa damainya hidup si berang-berang di tempat ini.
Sebagai anak-anak Tuhan, memang kehidupan kita tidak selalu diisi dengan kejadian yang menyenangkan. Ada banyak hal yang dapat membuat kita cemas dan khawatir. Namun, Tuhan berpesan agar hidup kita harus selalu diisi dengan sukacita dan damai sejahtera. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus berpesan agar mereka menyatakan segala kekhawatiran mereka di dalam doa kepada Tuhan. Jika kita sudah memercayakan semua masalah kita kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta ini, tidak perlu cemas lagi! Bangunlah pikiran yang baik dalam segala hal, dan selalu lihat nilai positif dari kejadian yang terjadi dalam hidup kita. Percayalah, Tuhan pasti akan beri jalan keluar dan ada maksud baik dari semua hal itu. Jalanilah kehidupan kita dengan bahagia layaknya si berang-berang!

DOA
Bapa, aku mau bersukacita di dalamMu. Biar hidupku selalu dipenuhi dengan pikiran positif dan keoptimisan, sehingga damai sejahtera dapat aku nikmati selalu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here