welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Binatang Saja Tidak Putus Asa

Amsal 14:18; 1 Raja-Raja 19:1-8 Pernahkah Anda melihat hewan putus asa kemudian bunuh diri? Seekor sapi di Afrika yang kehabisan rumput untuk dimakan, tidak akan pernah menjatuhkan dirinya ke jurang untuk mengakhiri penderitaannya. Seekor harimau yang sudah tua dan tidak mampu lagi mengejar mangsa, tidak pernah memotong pembuluh darahnya dengan kukunya yang super tajam. Seekor rajawali yang matanya sudah tidak tajam dan sulit untuk mencari makanan, tidak akan menenggelamkan diri ke laut karena putus asa. Tetapi mengapa manusia yang diciptakan segambar dengan Tuhan malah banyak yang mengakhiri hidupnya sendiri? Mengapa sampai nekat? Karena sudah tidak ada pengharapan dan semangat untuk berjuang menjalani hidup yang penuh warna. Alkitab mengisahkan seorang pria hebat yang sampai di satu titik dari jalan hidupnya di mana ia kehilangan semangat hidup sehingga ingin mati, dia adalah nabi Elia. Walaupun tidak ingin bunuh diri, tetapi Elia minta Tuhan mengambil nyawanya dari tubuhnya. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku. (1 Raj 19:4). Waktu itu Elia baru saja meraih kemenangan yang gemilang dalam perjalanan pelayanannya. Ia berhasil membunuh 450 orang nabi Baal. Namun beberapa saat kemudian, ketika Izebel mengancam untuk membunuhnya, Elia langsung kehilangan semangat hidupnya. Elia lari menyelamatkan diri dengan diliputi rasa putus asa. Ia lari ke gunung Horeb atau gunung Sinai dan bersembunyi di sana. Mengapa? Ada 2 kondisi yang membuat Elia demikian: Tubuh dan jiwanya sangat lelah. Setelah berperang, membantai nabi-nabi Baal di gunung Karmel dan lari dari kejaran orang-orang Izebel dengan menempuh perjalanan jauh menuju gunung Horeb, tubuh serta jiwa Elia tentu sangat lelah. Dalam kelelahan yang sudah di ambang batas, biasanya seseorang akan merasa sendirian dan sangat rentan mengasihani diri sendiri. Elia berpikir kini ia adalah satu-satunya nabi yang berjuang bagi bangsanya, padahal ada 100 nabi yang disembunyikan oleh Obaja (1 Raj 18:4). Apabila tubuh dan jiwa kita letih oleh pelayanan atau pekerjaan, adalah sangat baik jika kita mengambil waktu untuk beristirahat dan refreshing. Kalau kita memaksa diri untuk terus produktif, maka kita bisa masuk ke titik patah semangat. Keluarlah sejenak dari rutinitas dan beristirahatlah. Jangan lupa, carilah wajah Tuhan karena kita akan beroleh kekuatan baru tatkala bertemu dengan Dia! Merasa gagal menjadi seorang nabi Tuhan, bangsa Israel tidak juga bertobat. Perasaan gagal yang terus-menerus dipikirkan sangat berpotensi mematahkan semangat kita. Camkan bahwa gagal adalah hal yang biasa dalam hidup ini, itu adalah sebuah proses menuju sebuah keberhasilan yang kita impikan! Bukankah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda? DOA Bapa, kami butuh Engkau setiap hari karena kami adalah manusia lemah yang butuh Pribadi yang kuat untuk menggendong tatkala kami lemah. Dalam nama Yesus tolonglah kami. Amin


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here