welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Jangan Lupakan Tuhan!

Ulangan 6:10-12 Betapa senangnya hati Pak Jajang melihat anaknya sudah bisa berlari-lari. Oleh sebab itu, dia bermaksud membelikan bola plastik untuk anaknya itu. Suatu hari, Pak Jajang benar-benar membelikan bola plastik itu. Tentu saja anaknya sangat senang. Dia mulai memainkan bolanya. Anaknya mulai sibuk dengan bolanya. Biarkan saja, mungkin karena terlalu senang, kata Pak Jajang menghibur diri ketika tidak mendapat perhatian dari anaknya. Esok harinya, ketika dia pulang kerja, dia juga mendapati anaknya sedang bermain bola. Dia coba memanggil anaknya, tetapi tidak mendapat sambutan. Ah, baru dua hari, tentu dia masih suka dengan mainannya, pikir Pak Jajang. Tetapi, ternyata pikirannya salah. Setiap hari, sepulang kerja, Pak Jajang tidak lagi mendapat sambutan anaknya, maka dia mulai kecewa dengan situasi ini. Bu, anak kita sekarang kok terus sibuk dengan bolanya dan tidak menghiraukan aku lagi, kata Pak Jajang kepada istrinya. Mulai besok, kalau sudah sore, bola itu disembunyikan saja, lanjutnya. Benar juga ide Pak Jajang, anaknya mulai kembali menyambut dirinya ketika pulang kerja. Walau awalnya harus disertai tangisan, tetapi lama-kelamaan menjadi biasa. Bukankah sering kali sikap orang percaya seperti anak kecil itu? Hubungannya begitu dekat dengan Tuhan. Hatinya selalu siap menyambut Tuhan. Sehingga, Tuhan terpesona dan tergerak hatiNya untuk memberkatinya. Namun, apa yang terjadi setelah itu? Orang percaya tersebut mulai asyik dengan berkat Tuhan. Dia bermain, bercengkerama, dan terus memusatkan perhatian padanya. Perhatiannya sudah tidak lagi kepada Tuhan. Hatinya tidak lagi terbuka untuk menyambut Tuhan. Tentu ini membuat hati Tuhan sedih. Maka, kadang Tuhan menyembunyikan berkatNya bagi orang percaya tersebut. Maksudnya, supaya dia mau kembali menyambut Tuhan di dalam kehidupannya. Kepada bangsa Israel, Musa memperingatkan akan bahaya ini sedini mungkin, yaitu sebelum mereka memasuki Kanaan. Sebagaimana kita tahu bahwa tanah yang dijanjikan Tuhan ini adalah tanah yang penuh susu dan madunya. Lengkapnya adalah suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya, pohon zaitun dan madunya atau pohon korma, yang batunya mengandung besi dan gunungnya mengandung tembaga. Musa mengingatkan supaya mereka tidak melupakan Tuhan. Lebih daripada itu supaya mereka tetap takut kepada Tuhan dan beribadah kepadaNya. Berbahagialah kalau Tuhan memberkati kita. Namun, jangan sampai Tuhan yang malah bersedih setelah memberkati kita, karena kita justru tidak lagi memusatkan perhatian kita kepadaNya. Kita sibuk sendiri dengan berkat itu. Mari, siapkan hati dengan baik sebelum menerima berkat Tuhan. Terlebih daripada itu, mari kita gunakan setiap berkat Tuhan yang telah kita terima untuk mendekatkan diri kita lebih lagi kepadaNya. DOA Bapa, aku bersyukur untuk berkatMu. Beri kekuatan kepadaku untuk tetap menjaga hubunganku dengan Tuhan tanpa terganggu oleh berkatNya. Dalam nama Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here