welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Penguasaan Diri Yang Konsisten

Penguasaan Diri Yang Konsisten

2 Petrus 1:5-6

 

Akhir bulan Mei yang lalu, saya diberikan kesempatan menyampaikan firman Tuhan dalam ibadah raya di gereja tempat saya berjemaat. Tema yang diberikan adalah penguasaan diri yang konsisten. Ini adalah tema yang menarik, karena setiap hari kita menghadapi berbagai hal yang memerlukan penguasaan diri.
Terjemahan bebas dari penguasaan diri: dapat mengendalikan diri; mampu mengontrol diri; suatu kekuatan dalam diri seseorang untuk menjauhkan diri dari dosa dan tidak menuruti keinginan daging. Sedangkan kata konsisten menurut KBBI adalah: tetap; taat asas; ajek. Jadi orang yang memiliki penguasaan diri yang konsisten adalah orang yang mampu mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik, termasuk dosa atau keinginan daging lainnya secara tetap atau terus menerus. Sebuah buku yang berjudul Bertumbuh Dalam Karakter Baru, sangat bagus membahas tentang penguasaan diri ini. Di dalam buku ini menjabarkan bahwa paling tidak ada empat hal terpenting yang sangat perlu kita kuasai, yakni lidah, mata, perasaan, dan pikiran.
Suatu kali penguasaan diri saya betul-betul diuji. Karena diberitahu oleh bagian pendaftaran bahwa jika hari Sabtu dokter yang hendak saya kunjungi mulai praktek jam 08.00 pagi, maka saya berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi dengan harapan mendapatkan nomor satu. Sekitar jam 06.30 pagi saya sudah siap di depan poli dokter saraf. Jam sudah lewat dari jam 08.00, tetapi tidak ada aktivitas apa pun, maka saya bertanya kepada suster yang bertugas, suster menjawab kalau hari Sabtu dokter praktek jam 10.00 dan bukan jam 08.00. Saya mencoba menenangkan hati dan memutuskan untuk tetap menunggu. Tetapi kemudian suster memberitahu kalau dokternya terlambat dan akan tiba sekitar jam 11.00. Saya sudah mulai gusar tetapi mencoba tetap tenang. Suster menyarankan agar saya komplain ke bagian pendaftaran. Tetapi saya berpikir apa yang saya dapatkan jika komplain? Bukankah damai sejahtera hilang dan masih tetap harus menunggu? Hari itu saya berhasil menguasai diri.
Oleh karena penguasaan diri itu penting maka kita harus mengembangkannya. Lan-
tas, bagaimana caranya? Pertama-tama adalah miliki kemauan yang kuat untuk memiliki
kemampuan penguasaan diri. Yang kedua, berusaha dengan sungguh-sungguh mengem-bangkannya. Perhatikan 2 Ptr 1:5-6, "Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan penge-tahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri,…" Ketiga, miliki hati yang takut Tuhan. Jika kita memiliki hati yang takut akan Tuhan, maka kita akan berhati-hati dalam bertindak, jangan sampai menyakiti sesama. Jangan sampai kita hilang kendali sehingga bertindak kasar atau kejam kepada sesama kita. Mari kembangkan penguasaan diri, sehingga kita akan menjadi pribadi yang teduh dan tenang dalam segala keadaan.

DOA
Bapa, aku ingin mengembangkan sikap penguasaan diri, sehingga aku menjadi pribadi yang tenang dan teduh dalam segala situasi. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here