welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Banyaknya Terjemahan Alkitab

Forum Tanya-Jawab: NN, Jakarta

Tanya: Saat ini ada banyak terjemahan Alkitab dalam berbagai bahasa, misalnya Alkitab bahasa Inggris, sangat banyak versinya dan berbeda satu sama lainnya. Pertanyaan saya adalah: 1. Mengapa terjemahan Alkitab bisa banyak? Padahal Alkitab sebagai firman Tuhan hanya satu. 2. Bukankah banyaknya versi terjemahan Alkitab justru akan semakin membingungkan umat Tuhan? 3. Bukankah hal ini juga berarti mengubah Alkitab? Dengan demikian melanggar firman Tuhan yang melarang kita menambahi atau mengurangi firmanNya (Why 22:18-19).
Jawab: 1. Banyaknya versi terjemahan Alkitab tidak terlepas dari banyaknya pihak yang terlibat dalam proses penerjemahannya. Karena banyaknya terjemahan tersebut, yang diterjemahkan oleh orang-orang atau kelompok-kelompok yang berbeda, maka tentu akan ada perbedaan antara satu terjemahan dengan terjemahan lainnya. Sebab, seseorang atau sekelompok orang sangat mungkin akan menganggap satu kata atau satu frasa tertentu sebagai padanan kata yang paling tepat untuk menerjemahkan satu kata atau satu frasa Alkitab, sedangkan orang atau kelompok lainnya mungkin akan lebih menyukai kata yang lain. Dengan demikian akan timbul perbedaan dalam terjemahan mereka. Selain itu, bahasa terus mengalami perkembangan, baik pertambahan kosa kata dan istilah, maupun perubahan makna sebuah kata. Perkembangan ini tentu harus diikuti, sehingga terjemahan Alkitab yang ada tidak ketinggalan zaman dan tetap up to date. Karena itu, banyak pihak yang berusaha menerjemahkan Alkitab dengan mengikuti perkembangan bahasa tersebut. Ada yang menerjemahkannya secara baru, tetapi ada juga yang hanya merevisi terjemahan-terjemahan yang sudah ada. Hal ini semua tentu akan membuat terjemahan Alkitab semakin bertambah banyak dan sangat beragam.
2. Sebenarnya banyaknya terjemahan Alkitab dalam sebuah bahasa tidaklah membingungkan umat Tuhan, justru ada juga sisi positifnya. Kita akan dapat mempelajari Alkitab dengan lebih baik, sebab kita bisa membanding-bandingkan satu terjemahan dengan terjemahan lainnya. Dengan demikian kita akan mendapat makna yang sebenarnya dari suatu ayat atau bagian Alkitab. Sebab, masing-masing terjemahan Alkitab mempunyai kelebihan dan kekurangan, tidak ada yang sempurna. Karena itu, kita seharusnya tidak memutlakkan satu terjemahan Alkitab, sekalipun kita harus mempunyai "Alkitab pegangan". Lagi pula, umumnya perbedaan dalam penerjemahan Alkitab hanyalah menyangkut beberapa kata atau kalimat saja, bukan perbedaan yang sangat signifikan. Sehingga, sebenarnya terjemahan Alkitab mana pun yang kita pakai, tidak terlalu berpengaruh pada iman kita. Tentu dengan satu catatan bahwa terjemahan yang kita pakai adalah terjemahan yang sudah diakui, yang diterbitkan oleh pihak yang menguasai bahasa-bahasa asli Alkitab serta ilmu penerjemahan.
3. Alkitab jelas tidak berubah atau diubah, yang berubah atau diubah hanyalah terjemahannya atau revisi-revisi terjemahannya. Memang, ada juga penerjemahan Alkitab yang menyimpang, yang mengubah, menambahi atau mengurangi firman Tuhan, seperti Samaritan Pentateuch dan Reader's Digest Bible. Hal ini tentu melanggar firman Tuhan dalam Why 22:18-19 dan tidak perlu dijadikan pedoman. Tetapi penerjemahan Alkitab yang bertanggung jawab, yang mengikuti kaidah dan prinsip-prinsip penerjemahan, bukan berarti menambahi atau mengurangi firman Tuhan.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here