welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Musa Tidak Masuk Tanah Perjanjian

Tanya: Mengapa Tuhan tidak memperbolehkan Musa masuk ke Tanah Perjanjian? Padahal kesalahan Musa sangat kecil jika dibandingkan dengan kesalahan bangsa Israel yang selalu bersungut-sungut dan memberontak kepada Tuhan di padang gurun. Bukankah Musa juga sudah setia di dalam memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian?
Jawab: Alasan mengapa Tuhan tidak mengizinkan Musa masuk ke Tanah Perjanjian adalah karena Musa tidak taat kepadaNya. Ketidaktaatan Musa ini dimulai pada saat bangsa Israel kehausan di padang gurun dan bersungut-sungut meminta air kepada Musa dan Harun. Ketika Musa dan Harun melaporkan sungut-sungut bangsa Israel kepada Tuhan, Tuhan memerintahkan Musa untuk berbicara kepada sebuah bukit batu agar mengeluarkan air, sehingga bangsa Israel bisa minum. Namun, Musa tidak melakukan tepat seperti yang diperintahkan oleh Tuhan. Ia justru melakukan dua kesalahan: Pertama, ia marah kepada orang Israel seraya berkata, "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" Dengan berkata kami, bukan Tuhan, Musa dan Harun telah mengambil alih wewenang Tuhan. Hal itu dianggap telah menghujat Tuhan, sebab memberi bangsa Israel minum itu wewenang Tuhan. Kedua, Musa memukul bukit batu itu sebanyak dua kali. Padahal Tuhan hanya menyuruhnya untuk berbicara kepada bukit batu tersebut, bukan memukulnya. Hal ini berarti bahwa Musa tidak taat pada perintah Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan murka kepada Musa dan Harun. Tuhan berkata bahwa Musa dan Harun tidak percaya kepadaNya dan tidak menghormati kekudusanNya (Bil 20:2-13).
Di mata Tuhan, kesalahan Musa dan Harun jelas bukanlah kesalahan yang kecil atau sepele, tetapi sudah termasuk pada dosa pemberontakan (Bil 27:14). Itulah sebabnya Tuhan menghukum Musa dan Harun dengan tidak memperbolehkan mereka memasuki Tanah Perjanjian. Sebelum penolakan Musa dan Harun ini, Tuhan juga telah menolak semua laki-laki Israel yang berusia 20 tahun ke atas masuk ke Tanah Perjanjian, kecuali Yosua dan Kaleb. Sebab mereka semua, kecuali Yosua dan Kaleb, telah memberontak kepadaNya. Hanya Yosua dan Kaleb, bersama perempuan dan laki-laki yang berusia di bawah 20 tahun yang Tuhan izinkan memasuki Tanah Perjanjian (Bil 14:26-35). Jadi di sini Tuhan berlaku adil, siapa pun yang tidak taat kepadaNya tidak akan masuk ke Tanah Perjanjian, termasuk Musa dan Harun, sebagai pemimpin-pemimpin Israel. Memang, hukuman Musa dan Harun ini sepertinya terlalu berat dan kurang adil, tetapi sesungguhnya tidak. Sebab, Musa dan Harun adalah para pemimpin umat, yang sudah seharusnya mempunyai tanggung jawab yang lebih besar di dalam menaati perintah Tuhan.
Namun, kegagalan Musa masuk ke Tanah Perjanjian tidak mengurangi kebesaran namanya. Musa mendapat tempat yang unik dalam rencana Tuhan, yakni membebaskan umat pilihanNya dari perbudakan Mesir menuju Tanah Perjanjian, disertai dengan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dahsyat. Hal ini membuat kebesaran Musa tidak tertandingi oleh tokoh-tokoh lainnya di PL (Ul 34:10-12). Dan sekitar 1200 tahun setelah kematiannya, Musa mendapat kehormatan "masuk" ke Tanah Perjanjian tatkala ia muncul di Gunung Pemuliaan dan berbicara dengan Tuhan Yesus! (Mat 17:3). Tuhan tetap menghormati kesetiaan hambaNya.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here