welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Kayu Ular Kasih

Ibrani 12:5-11

S emua orang butuh dikasihi, namun tidak semua mengerti maknanya kasih. Kasih tidak selalu membuat kita tersenyum bahagia, membuat pipi merona, dan mata berbinar-binar. Kasih sejati bisa saja membuat kita menangis, merasa tersinggung, dan tidak jarang membuat kita marah. Mengapa demikian? Ayah saya pernah berkata, "Orang yang berpura-pura mengasihimu akan memberimu madu bercampur racun. Tetapi, orang yang sungguh-sungguh mengasihimu akan memberimu 'kayu ular' yang tidak kamu sukai itu." Kayu ular adalah salah satu obat andalan orang tua saya setiap kali saya ataupun saudara saya yang lain mengalami sakit tifus atau malaria. Kayu ular adalah tumbuhan yang dijadikan obat herbal oleh penduduk bagian Timur Indonesia. Obat ini sangat pahit, namun dalam waktu cepat bisa memulihkan keadaan tubuh. Jadi maksudnya kasih sejati itu bisa saja terasa pahit, tetapi akan menyembuhkan jiwa.
Bukankah dalam hidup ini kita lebih suka disanjung daripada dinasihati atau ditegur? Bahkan sering kali kita menganggap orang yang menasihati atau menegur adalah lawan, dan sebaliknya orang yang suka memuji adalah sahabat. Di sinilah letak kerancuan manusia di dalam memahami makna kasih. Memang tidak selamanya orang menasihati kita dengan tujuan yang baik, tetapi perlu diketahui juga bahwa orang yang menyanjung pun bisa memiliki tujuan yang tidak baik. Seyogianya, orang yang sungguh mengasihi kita adalah orang yang tepat dalam memuji dan menasihati atau menegur kita. Ketika salah, kita akan dinasihati dan ditegur. Mungkin reaksi awal kita akan tersinggung lantas menjadi marah. Namun setelahnya, jika teguran itu benar dilakukan atas dasar kasih, pastilah kita akan merasakan manfaatnya untuk diri kita. Inilah "kayu ular" yang tidak saya sukai itu. Bukankah dahulu ketika masih kecil kita tidak bisa memahami maksud dan tujuan didikan dari orang tua? Namun sekarang kita memahaminya bukan? Saya yakin bahwa saat ini kita merasakan manfaat dari didikan orang tua kita yang telah diberikan pada waktu yang lalu.
Begitu pula dengan kasih Tuhan kepada kita. Kita mengenalNya sebagai Tuhan yang mahakasih, namun jangan sampai kita salah mengerti tentang kasihNya. Kasih Tuhan adalah kasih yang mendidik dan mendisiplin (Why 3:19). Tuhan tidak akan selalu memberikan apa yang kita minta, namun Dia pasti akan menyediakan apa yang kita perlukan. Untuk itu, janganlah tawar hati, memberontak, apalagi undur dari Tuhan ketika kita dididik olehNya melalui berbagai macam hal, entah itu sakit penyakit, masalah keluarga, ekonomi, dlsb. Melalui cara inilah karakter kita, sikap hidup kita, pikiran kita dibentuk menjadi lebih baik. Saat ini mungkin kita tidak mengerti apa yang hendak Tuhan lakukan, namun setelahnya pastilah kita akan mengetahuinya. Tuhan mengasihi Anda dan saya lebih dari yang bisa kita pahami. Ia menegur kita agar kita tidak menjadi anak-anak gampangan.

DOA
Bapa, terima kasih karena Engkau membuatku mengerti bahwa teguran, didikan, dan hajaranMu adalah bukti kasihMu kepadaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here