welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Bukan Itu Andalanmu!

Kitab Kejadian mencatat dengan cukup lengkap kisah perjalanan hidup Yusuf. Hanya masa kanak-kanak dan masa remaja yang tidak dicatat. Dijelaskan di sana, ada sisi di mana dia berada di atas, ada sisi di mana dia harus berada di bawah. Satu hal yang mungkin kurang mendapat perhatian kita adalah alasan tersirat mengapa dia diizinkan Tuhan berada di bawah. Alasan itu adalah supaya dia tidak mengandalkan apa yang dimilikinya, tetapi mengandalkan Tuhan. Untuk Yusuf, paling tidak ada tiga peringatan yang diberikan, yaitu: Jangan mengandalkan proteksi manusia. Yusuf adalah anak kesayangan Yakub. Kasih ayahnya kepadanya melebihi kasih kepada saudara-saudaranya. Posisi ini jelas sangat menguntungkan dirinya. Tidak perlu diragukan lagi kalau dia mendapat perlakuan khusus, termasuk perlindungan dari ayahnya. Bahkan ketika dia menceritakan kedua mimpinya yang aneh itu. Sementara saudara-saudaranya menjadi iri dan benci kepadanya, Yakub hanya menyimpan di dalam hatinya. Kenyataan membuktikan bahwa saudara-saudaranya tidak berani bersikap buruk kepadanya ketika dia berada di lingkungan rumah mereka. Tetapi, Tuhan mengizinkan Yusuf untuk keluar dari proteksi ayahnya. Dan saat dia keluar dari proteksi ayahnya, saudara-saudaranya dengan leluasa memperlakukannya dengan buruk. Jelas ini mengajar Yusuf supaya tidak mengandalkan proteksi ayahnya. Jangan mengandalkan jabatan. Tuhan memberikan kesempatan kepada Yusuf untuk naik sejenak. Potifar memberikan kuasa dalam rumahnya, dan atas segala miliknya kepada Yusuf. Tentu ini bukan jabatan yang abal-abal, ini jabatan yang tinggi mengingat bahwa Potifar adalah pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja. Namun, ternyata jabatan itu juga tidak bisa diandalkan. Istri Potifar memorak-porandakan kenyamanan Yusuf saat memegang jabatan itu. Dialah yang mengirim Yusuf ke penjara dengan fitnahnya yang kejam. Jangan mengandalkan jasa. Setelah mengartikan mimpi juru minuman, Yusuf berkata, Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini. Namun, harapan tinggal harapan. Juru minuman tidak mengingat sama sekali jasa Yusuf. Dengan mudahnya dia melupakan Yusuf. Sekali lagi Yusuf diajar untuk tidak mengandalkan apa yang dimilikinya, dalam hal ini adalah jasa yang telah diperbuatnya bagi orang lain. Kita bersyukur kalau Tuhan memberikan jabatan, harta atau kemampuan untuk berbuat baik bagi sesama. Namun, jangan sekali-kali kita mengandalkan hal-hal itu. Baik waktu susah maupun senang, andalkanlah Tuhan selalu. Baik ketika berhasil atau sedang berusaha di dalam mencapai cita-cita, andalkan Tuhan! DOA Ya Roh Kudus, bimbing dan kuatkan aku untuk tidak terjebak pada usaha untuk mengandalkan apa yang kumiliki tetapi senantiasa mengandalkan Tuhan. Dalam nama Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here