welcome visitor
Join us

categories
artikel -

The Rocky Ground Faith

Lukas 8:13

Dalam sebuah perumpamaan tentang benih yang jatuh di tanah berbatu-batu, Yesus berkata, Those on the rocky ground ... They believe for a while, but in the time of testing they fall away. (NIV Bible). Artinya, The Rocky Ground Faith ialah iman yang bertumbuh di masa senang, namun yang terkandas di masa yang sulit. Iman yang mensyukuri setiap kebaikan Tuhan, namun yang mempertanyakan Tuhan di saat yang tidak baik. Iman yang melihat setiap anugerah kebaikan hati Tuhan, namun yang gagal menarik sebuah pelajaran di masa sukar. Demikianlah Ayub mencela The Rocky Ground Faith istrinya, Engkau berbicara seperti perempuan gila. Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?
Suatu hari anak saya berkata, Mami, iman saya terasa kandas karena Tuhan tidak adil. Mami yang mengasihi dan melayani Tuhan harus pergi jauh dan melewati masa-masa yang sulit untuk mencari uang. Sementara mereka yang lain hidup senang dan berkelimpahan tanpa harus belajar mengasihi dan melayani Tuhan. Lalu bersamanya, saya mengkilas balik jalan-jalan bercadas dan berbatu yang telah saya lalui. Ini membuatnya melihat dengan jelas setiap pelajaran iman yang berharga yang Tuhan ajarkan pada saya, dan membuatnya menjadi saksi mata akan kesetiaan Tuhan yang menemani di setiap musim kehidupan saya. Dengan demikian, ia mengerti bahwa nilai tertinggi kehidupan ini bukan terletak pada berapa banyak berkat yang kita raih dan nikmati, melainkan berapa dalam kita mampu belajar mengenal hati Tuhan di tengah masa-masa yang sukar, dan kedapatan memiliki iman yang mampu bertahan, bukan The Rocky Ground Faith yang gugur di masa yang sulit.
Tuhan berkata kepada Ayub yang mempertanyakan Tuhan atas semua penderitaannya, Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! (Ayb 38:4). Artinya, kita tidak cukup pintar dan berhikmat untuk mengerti misteri kehidupan yang kita alami, namun kerelaan dan kerendahan hati untuk bertekun menjalani setiap episode kehidupan kita bersamaNya akan membuat kita mengerti bahwa air mata yang jatuh di hadapanNya memberi kemuliaan yang jauh lebih besar daripada saat-saat tawa yang berderai. Yakobus berkata, Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. (Yak 1:2)
Saat-saat kelam kehidupan membuat kita melihat apa yang tidak ingin kita lihat di mana kepahitan hidup menjadi fakta kehidupan. Namun, dengan mata iman yang selalu terarah kepada Tuhan, kita akan belajar sebuah rahasia besar iman, yaitu bahwa banyak hal yang jauh lebih berharga yang sebelumnya tidak dapat kita lihat dan mengerti. Hadapilah Sungai Yordan dan Laut Merah yang terbentang di hadapan kita karena di situlah mujizat besar akan terjadi, yang akan menjadi momen terindah perjalanan iman kita bersama Tuhan.

DOA
Bapa, mampukan aku untuk bertahan di dalam iman saat menghadapi himpitan masalah, yang membawaku melihat mujizat besar yang Engkau lalukan. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here