welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Annapurna

Matius 16:24-27

Pernahkah Anda mendengar mengenai pegunungan Annapurna? Pegunungan ini terletak di sebelah utara negara Nepal. Nama Annapurna sendiri memiliki arti "penuh makanan". Pegunungan ini memiliki lebih dari 30 puncak yang tinggi. Puncak yang paling rendah memiliki tinggi lebih dari 6.000 meter di atas permukaan laut, sedangkan puncak tertingginya mencapai 8.091 meter di atas permukaan laut. Puncak tertinggi Annapurna menduduki peringkat kesepuluh dari gunung tertinggi di dunia.
Pegunungan Annapurna terhitung sebagai salah satu pegunungan paling berbahaya untuk didaki. Sampai Maret 2012 tercatat ada 191 pendaki yang berhasil mencapai puncak Annapurna yang tertinggi, dan 61 di antaranya mengalami kecelakaan fatal, 52 orang meninggal dan sisanya terluka parah. Persentase kecelakaan yang terjadi di pegunungan ini jauh lebih banyak dibandingkan kecelakaan yang terjadi pada pegunungan dengan tinggi 8.000 meter lainnya di seluruh dunia. Fakta berbahayanya pegunungan ini semakin nyata ketika pada Oktober tahun 2014 terjadi badai dan longsor salju yang sangat dahsyat, yang membunuh 43 orang dan melukai 175 orang. Kejadian ini merupakan bencana alam terburuk di Nepal, terutama bagi para pendaki gunung.
Sangat aneh jika melihat cukup banyak kecelakaan yang terjadi ketika mendaki gunung yang berbahaya, namun tetap saja banyak orang yang senang melakukan pendakian. Semua itu dilakukan mereka entah karena hobi atau karena mereka ingin mengejar rasa bangga karena telah berhasil menaklukkan puncak gunung yang tinggi walaupun memiliki risiko tinggi, atau mungkin juga untuk sebuah prestasi. Namun, sisi positifnya bisa menjadi dorongan bagi kita, yakni tekad untuk mencapai puncak. Sebagai orang percaya, kita juga harus seperti para pendaki gunung yang memiliki tekad yang kuat untuk mencapai puncak kehidupan kita. Puncak kehidupan kita adalah tetap beriman kepada Yesus sampai ajal menjemput. Kita tahu bahwa mengikut Yesus berarti juga harus memikul salib. Mungkin salib yang harus kita pikul adalah dalam bentuk dikucilkan atau dibenci oleh keluarga sendiri, atau mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh pasangan hidup kita. Mungkin juga pasangan hidup kita tidak memiliki kasih dan perhatian yang sungguh, bersikap masa bodoh, yang membuat kita sakit hati. Apa pun yang kita alami, tetaplah mendaki, pendakian kita tidak boleh terhenti. Kebahagian sejati hanya diperoleh ketika kita tetap mengikut Yesus sepanjang kehidupan kita sampai kita menemui ajal. Terlebih lagi ketika kita bisa membawa pasangan hidup kita untuk tetap beriman kepada Tuhan. Harta tidak bisa menggantikannya, demikian juga dengan jabatan. Oleh sebab itu, tetaplah beriman kepadaNya apa pun risikonya, sehingga ketika ajal menjemput, kita bisa dikatakan sebagai orang yang sudah mencapai puncak kehidupan.

DOA
Tuhan, apa pun yang dunia perbuat terhadapku oleh karena imanku kepadaMu, aku tidak akan berpaling dari padaMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here