welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Metamorfosis Si Pelompat

Roma 12:2

Ada beberapa hewan yang mampu mengalami proses metamorfosis secara sempurna. Selain kupu-kupu, ada juga hewan amfibi, yaitu katak atau kodok. Katak (bahasa Inggris, frog) adalah binatang amfibi pemakan serangga yang hidup di air tawar atau di daratan. Katak berkulit licin, berwarna hijau atau merah kecokelatan, dengan kaki belakang yang panjang sehingga hewan ini pandai melompat dan berenang. Sedangkan kodok (bahasa Inggris, toad), memiliki kulit yang kasar dan berbintil, kerap kali kering, dan kaki belakangnya tidak panjang, melainkan lebih pendek dari katak, sehingga kebanyakan bangsa kodok kurang pandai melompat jauh. Kedua hewan sejenis ini memiliki proses pertumbuhan yang unik, karena begitu menetas dari telur, bentuk tubuh mereka tidak langsung seperti katak atau kodok, melainkan lebih mirip ikan. Hewan pelompat ini mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air, di sarang busa, atau di tempat-tempat basah lainnya. Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5.000-20.000 butir, tergantung dari kualitas induknya. Hal ini berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun. Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong. Ini merupakan tahap pra dewasa atau larva dalam daur hidup amfibia. Kecebong bertubuh mirip ikan gemuk, bernapas dengan insang, dan harus hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, ekor menghilang dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai kodok atau katak kecil.
Tuhan juga merindukan agar kita mengalami proses metamorfosis di dalam hidup kita. Metamorfosis itu harus nyata baik dalam hal rohani maupun dalam hal sikap hidup. Hal ini tidak mengajarkan supaya kita bersikap eksklusif. Namun perhatikan firman Tuhan dalam Rm 12:2 yang menegaskan agar kita tidak lagi menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi mengalami perubahan. Artinya, sekalipun kita masih hidup di dunia ini, kita masih bergaul dengan orang-orang yang belum percaya, namun kita sudah berbeda. Sikap hidup kita harus menunjukkan sikap hidup yang benar. Metamorfosis bukan merupakan perubahan sementara dari suatu sifat, tetapi benar-benar berubah dari keadaan sebelumnya, kita benar-benar tidak sama lagi dengan dunia ini. Namun sayang, kita masih melihat banyak orang yang mengaku percaya kepada Yesus, justru dalam kehidupannya ingin seperti dunia ini. Kehidupan yang glamor, disertai dengan kemewahan dan pesta pora, dengan dalih supaya tidak terlindas oleh perkembangan zaman. Tindakan yang penuh maksiat dan kecurangan, yang sama sekali tidak mencirikan kehidupan orang percaya. Sungguh menyedihkan, juga menyedihkan hati Tuhan tentunya. Oleh sebab itu, mari kita berubah, tinggalkan gaya hidup dunia, meski kita masih hidup di dunia.

DOA
Bapa, aku bersyukur Engkau membuatku menjadi ciptaan baru. Mampukan aku untuk hidup secara baru, tidak lagi dikuasai manusia lamaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here