welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Hargai Makanan Anda

Ayub 22:7-10; Yesaya 58:10

Pernahkah Anda merasa lapar dan harus memakan makanan yang tidak bergizi hanya untuk menghilang-kan rasa lapar? Dalam keadaan normal, untuk sampai kehabisan bahan makanan di satu tempat di wilayah Indonesia ini, jarang terjadi. Sebab, ada banyak bahan makanan yang bisa diolah menjadi makanan sehari-hari, seperti singkong, sagu, jagung, dan sayur-sayuran. Indonesia dengan kesuburannya dapat menghidupi masyarakat luas, bahkan disebut "tongkat kayu pun menjadi tanaman". Namun tidak menutup kemungkinan, ada juga sebagian orang yang kelaparan akibat gagal panen, bencana alam, cuaca ekstrem, dan bisa juga karena hidup di kota besar yang berpenghasilan kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sepatutnyalah kita yang diberkati, memberkati mereka yang membutuhkan.
Kondisi yang ada di beberapa negara lain, sangatlah menyedihkan. Kemiskinan dan kesulitan mendapatkan makanan yang bergizi banyak terjadi karena mereka tidak mampu membelinya, salah satunya dialami oleh negara Haiti. Ketimpangan sosial begitu nyata terjadi, ditambah kondisi pemerintahan yang tidak stabil, membuat pendidikan anak-anak Haiti pun terabaikan. Akibatnya, tingkat buta huruf termasuk tinggi. Negara ini mengandalkan pangan impor, namun karena harga yang melambung tinggi, mau tidak mau masyarakat Haiti mencari cara untuk bertahan hidup. Karena tidak mampu membeli makanan yang bergizi dan sehat, mereka hanya bisa membuat atau membeli biskuit yang terbuat dari lumpur sebagai makanan sehari-hari. Kue lumpur atau mud cake ini adalah satu-satunya makanan dengan harga yang terjangkau. Bahkan, anak-anak dan ibu hamil yang seharusnya membutuhkan kalsium lebih banyak, terpaksa harus mengonsumsi kue lumpur ini.
Pusat industri kue lumpur di negara penganut Voodoo ini terdapat di Cite Soleil, salah satu wilayah kumuh di Haiti. Proses membuatnya, mereka mencampurkan lumpur, garam, dan krim, lalu dijemur di bawah matahari sampai kering, kemudian jadilah makanan. Memang mengonsumsi biskuit lumpur ini bisa membuat perut kenyang, tetapi lumpur juga mengandung cacing, racun, yang dapat merusak tubuh. Bila mengonsumsi terus-menerus atau dalam jangka waktu yang lama, akan membuat mereka kekurangan gizi, bahkan menyebabkan pembengkakan di bagian tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga sampai mengonsumsi lumpur untuk mengatasi rasa lapar? Tentu tidak bukan? Bahkan kita mungkin masih bisa menikmati makanan yang lezat, bergizi, dan sehat. Karena itu, bersyukurlah kepada Tuhan atas berkat makanan dan materi yang Ia berikan seberapa pun itu, dan pergunakanlah dengan bijak untuk hal-hal yang bermanfaat. Ingat, hargailah berkat Tuhan termasuk berkat untuk tubuh jasmani, yakni makanan. Janganlah kita membuang-buang makanan tetapi berbagilah dengan sesama kita!

DOA
Bapa, terima kasih atas berkat makanan yang Engkau berikan hari ini. Mampukan aku untuk selalu mau berbagi dan menjadi berkat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here