welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Bersahabat Sampai Mati

1 Samuel 18:1-4; Amsal 17:17

Persahabatan terjalin hampir mirip seperti orang yang menjalin cinta. Persahabatan bukan hanya mengenai persamaan yang dimiliki oleh keduanya tetapi tentang perbedaan. Kemampuan untuk mengatasi perbedaan dan membuatnya menjadi hal yang indah akan mempererat tali persahabatan. Uniknya, persahabatan ini tidak hanya terjalin di antara sesama manusia, manusia dengan hewan, atau sesama hewan sejenis. Persahabatan itu juga bisa terjalin di antara hewan yang berbeda jenisnya sebagaimana yang diberitakan di media sosial mengenai persahabatan seekor bebek dengan monyet. Persahabatan yang erat ini terjalin hingga mereka berdua menempuh ajalnya secara bersamaan. Sudah jelas ada perbedaan antara bebek dengan monyet, tetapi menariknya mereka dapat berjalan beriringan, sampai ajal menjemput mereka. Jika hewan saja dapat menjalin persahabatan yang demikian erat, mengapa kita manusia tidak?
Sebuah hubungan yang indah tidak selalu dibangun dari dua pihak yang memiliki kesamaan. Hubungan yang demikian justru bisa menyebabkan kejenuhan. Sebuah perbedaan justru akan memperindah sebuah hubungan, tidak ada hal yang monoton di dalamnya. Jika melihat orang-orang yang bersahabat, salah satunya pendiam sedangkan yang lainnya cerewet, bisa jadi menimbulkan pertanyaan bagi orang lain. Tetapi itulah persahabatan, perbedaan akan selalu dibuat menjadi indah. Perbedaan tidak dijadikan halangan dalam menjalin persahabatan.
Persahabatan tidak berbicara tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Persahabatan juga tidak berbicara tentang kecantikan dan kesempurnaan fisik. Bahkan, persahabatan tidak berbicara tentang kesamaan dan keuntungan. Persahabatan berbicara tentang hubungan yang dibina dalam suka dan duka di mana mereka berkomitmen untuk selalu bersama. Persahabatan juga berbicara tentang pengorbanan, seperti bebek di atas yang akhirnya harus menempuh ajalnya karena hendak menyelamatkan si monyet, sahabat setianya.
Tuhan tidak menciptakan kita hanya dengan kesamaan tetapi juga dengan perbedaan karena ia merencanakan sebuah hubungan yang indah. Di dalam persahabatan tidak ada aturan yang mengatur orang kaya harus berteman dengan orang kaya atau orang miskin hanya boleh berteman dengan sesama orang miskin. Mungkin sebagian orang berpikir, bukankah gaya hidup orang kaya berbeda dengan gaya hidup orang miskin, sehingga akan sulit menyesuaikan diri kalau harus bersahabat? Ingat, bebek dan monyet adalah dua ekor hewan yang berbeda dari gaya hidupnya sehingga mustahil bila mereka menjadi dekat. Namun kenyataannya, mereka bisa saling menyesuaikan diri dalam persahabatan mereka. Jika hewan saja dapat menyesuaikan diri, mengapa kita dengan pengetahuan yang melebihi mereka justru tidak mau menyesuaikan diri dan cenderung membeda-bedakan?

DOA
Bapa, terima kasih untuk sahabat yang telah Engkau berikan. Biarlah kami terus membangun persahabatan yang indah di dalam Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here