welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Masa Lalu Merenggut Masa Depan

Daniel 2:22

Ada seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di Perancis. Untuk berangkat ke kampus, ia harus menggunakan bus yang sistem pembayarannya secara otomatis. Suatu saat, ia menemukan kelemahan pembayaran ini sehingga ia bisa naik bus tersebut secara gratis. Pikirnya toh tidak ada yang tahu apa yang ia lakukan, bahkan petugas pun tidak. Namun sepintar-pintarnya ia, pada akhirnya ketahuan juga dan mendapatkan sanksi sebanyak tiga kali. Tetapi itu tidak membuatnya jera. Hingga tiba akhirnya ia lulus dengan nilai cum laude. Namun, setelah melamar ke beberapa perusahaan besar, ternyata mereka semua menolaknya. Hal itu membuatnya bingung karena dilihat dari prestasinya seharusnya tidak ada halangan baginya untuk mendapatkan pekerjaan. Ia pun mencari tahu sumber masalahnya dengan mendatangi seorang manajer di salah satu perusahaan. Ternyata seperti inilah jawaban manajer tersebut, "Kami memang sangat membutuhkan seseorang dengan kemampuan yang Anda miliki. Namun, setelah memeriksa latar belakang Anda kami menemukan bahwa Anda telah tiga kali mendapatkan sanksi karena tidak membayar tiket saat naik bus." Dengan terkejut wanita itu menjawab, "Pada waktu itu saya tidak memiliki uang kecil." "Tidak, kami tidak bodoh. Kami yakin Anda telah banyak melakukan penipuan sebelum ketahuan," tegas sang manajer. "Itu kan hanya kesalahan kecil," bantah si wanita. "Tidak! Bagi kami perbuatan Anda telah membuktikan dua hal: Pertama, Anda tidak mengikuti aturan dan pandai mencari kelemahan peraturan tersebut lalu memanfaatkannya. Kedua, Anda tidak dapat dipercaya apalagi banyak pekerjaan di kantor kami yang tergantung pada kepercayaan. Saya pun berani menjamin, di kantor mana pun tidak akan ada yang mau memakai Anda," jawab manajer. Ternyata beberapa perusahaan itu, sebelum memutuskan untuk menerima seorang karyawan baru, mereka akan menyelidiki latar belakangnya secara keseluruhan, tentu saja tanpa sepengetahuan si pelamar.
Kepercayaan berkaitan dengan harapan akan kejujuran, kebaikan, dan tanggung jawab seseorang. Ketika seseorang diberikan kepercayaan, dia tidak lagi dikekang, diatur-atur, diawasi serta dimata-matai. Mengapa? Karena ia telah dipercaya dapat melakukan apa yang dipercayakan kepadanya dengan benar. Namun, bila ia ketahuan melakukan kebohongan, maka rasa percaya itu akan hilang. Dan ia akan semakin sulit mendapatkan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya. Hari-hari ini kejujuran adalah barang berharga yang dicari oleh orang banyak, tetapi sulit didapatkan. Lihatlah sarjana muda tersebut, ia boleh memiliki kecerdasan intelektual tinggi yang diminati banyak perusahaan, tetapi ia memiliki karakter buruk yang paling dibenci oleh perusahaan. Jadi, lakukanlah sesuatu seperti saat kita sedang berada di hadapan orang banyak sekalipun sedang sendirian dan tidak diketahui orang lain.

DOA
Bapa, dengan semua yang telah Engkau ajarkan kepadaku, aku mau menjadikannya sebagai pedoman untuk membentuk karakterku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here