welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Cerita Indah Akhir Kehidupan

Christy O’Donnell yang menderita kanker paru-paru, berjuang untuk mendapatkan keputusan hukum right to die, atau hak untuk mati, karena ia harus menelan banyak obat dan menahan rasa sakit yang luar biasa. Ia mengatakan, "Jika saya tidak dapat lagi berbicara dengan putri saya, atau memeluk dia, atau menikmati makan malam bersama dia, dan tidak dapat lagi mengurus diri saya sendiri, maka saya tidak lagi memiliki kualitas untuk hidup." Dengan demikian, kualitas hidup bagi Christy hanya sebatas aktivitas jasmani saja, maka tidak mengherankan kalau baginya, kematian merupakan pilihan yang terbaik. Di tempat lain, ada banyak kisah orang yang memberikan inspirasi tentang keterbatasan fisik yang tidak menjadi kendala untuk tetap hidup berkualitas. Bukankah kita bisa menemukan banyak pelajaran dari mereka yang terbatas secara fisik namun tetap menunjukkan semangat untuk hidup yang berhasil?
Firman Tuhan memberikan contoh tentang orang yang tidak berdaya karena fisiknya yang terbatas namun justru dunia bisa melihat kuasa Tuhan melalui dirinya. Tetapi, ada juga kisah tentang orang yang putus asa karena terbatas secara fisik. Christy mempunyai jiwa seperti orang lumpuh sebelum bertemu dengan Yesus, yang putus asa menantikan goncangan kolam Betesda selama 38 tahun. Seandainya Christy tidak dapat lagi berbicara ataupun memeluk putrinya namun jika ia masih mampu menikmati kehadirannya, maka hidupnya akan tetap berkualitas, yang membuatnya mampu bertahan. Ini mengajarkan kepada kita sebuah kebenaran bahwa kematian spiritual menjadi penghalang utama bagi kita untuk mendefinisikan kualitas kehidupan kita.
Paulus menyatakan, "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah." (Kol 3:2-3). Dunia mengutamakan perkara jasmani sebagai cara memberikan kebahagiaan dan kepuasan hidup. Namun sesungguhnya, kebahagiaan dan kepuasan hidup ini hanya dapat kita raih jika kita mampu merefleksikan nilai-nilai kebenaran Tuhan. Kita tidak menjadi lemah karena keterbatasan jasmani, tidak kehilangan pengharapan ketika penyakit membatasi ruang gerak kita. Sebaliknya, kita dapat menemukan celah di tengah himpitan yang ada untuk membuat dunia melihat iman dan pengharapan yang terpancar karena kasih Tuhan yang sudah kita terima.
Tujuan kita adalah menjadi saksi Kristus di tengah kondisi apa pun yang kita alami. Dengan demikian, kita bisa merangkai kehidupan kita menjadi cerita indah. Hal ini akan menjadi pembelajaran kehidupan bagi orang-orang di sekitar kita. Kita tidak berjuang untuk mendapatkan right to die, melainkan right to win, atau hak untuk menang di setiap situasi kehidupan kita.

DOA
Bapa, mampukan aku untuk tidak putus asa ketika mengalami penderitaan, karena ketika aku berserah di dalam penderitaanku, kuasaMu menjadi nyata. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here