welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Transmisi Dalam Komunikasi

Amsal 25:11

Banyak hal yang saya pelajari ketika belajar menyetir mobil untuk pertama kalinya beberapa tahun yang lalu. Mulai dari pengenalan anatomi mobil, teknik memarkir kendaraan, dan perawatan mesin. Namun teknik paling awal yang saya pelajari kala itu adalah mengatur transmisi atau perpindahan gigi. Penggunaan gigi percepatan disesuaikan kepada kecepatan kendaraan. Saat kendaraan baru bergerak digunakan gigi rendah (1, 2). Setelah laju kendaraan mulai stabil, selanjutnya digunakan gigi yang lebih tinggi (3, 4, dst). Singkatnya, gigi rendah digunakan untuk kecepatan rendah sedangkan gigi tinggi untuk kecepatan tinggi. Penggunaan gigi tinggi di kecepatan rendah, selain bisa merusak sistem transmisi juga membuat mobil kehilangan daya tarik. Sebaliknya, menggunakan gigi rendah di kecepatan tinggi dapat membuat mesin meraung.
Ini bisa menjadi gambaran dalam hal berkomunikasi. Komunikasi adalah seni menyam-paikan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan, menggunakan beragam cara atau media. Ada beragam teknik menyampaikan pesan, tujuannya supaya pesan ditangkap, sama persis seperti yang diharapkan. Kadang kita berbicara dalam nada bicara tinggi, kadang nada rendah, bahkan tak jarang dengan berbisik. Ketidaksabaran menyampaikan pesan secara perlahan-lahan, membuat kita sering langsung berbicara dalam nada tinggi. Akibatnya lawan bicara kerap menjadi tidak nyaman.
Dalam psikologi komunikasi dikenal istilah teknik komunikasi asertif, yaitu menyam-paikan apa yang ada dalam pikiran kita, tanpa menyinggung perasaan lawan bicara. Kencang tidaknya nada bicara kita hendaknya disesuaikan dengan suasana pembicaraan, lawan bicara, dan jenis pesan yang hendak disampaikan. Jika hendak menyampaikan pesan berupa teguran atau kritik, gunakan transmisi rendah, jangan pakai "gigi tinggi".
Nabi Natan menggunakan teknik komunikasi ini dengan sangat baik ketika ia menegur Daud (2 Sam 12:1-14). Nabi Natan menggunakan perumpamaan orang kaya dan orang miskin, serta kambing domba dan lembu sapi. Begitu Daud sadar bahwa dialah yang dimaksud oleh Natan, pesan itu begitu kuat menancap di dalam hatinya.
Yesus juga sering menggunakan teknik komunikasi ini ketika mengecam perilaku orang Farisi. Ia memakai perumpamaan dan figur orang ketiga, tidak menyerang langsung figur yang dimaksud. Namun ketika situasi membutuhkan untuk berbicara dengan "gigi tinggi", Yesus pernah menghardik dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Suci. Ia bahkan membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati.
Jika suasana pembicaraan kondusif dan lawan bicara terbuka untuk diajak bertukar pandangan, sampaikan pesan dengan nada yang menyejukkan. Tim pelayanan akan solid, bila orang-orang di dalamnya memerhatikan transmisi dalam berkomunikasi.

DOA
Bapa, aku mohon ampun bila ada orang yang pernah terluka dengan ucapanku. Biarlah hari ini semua ucapanku menjadi berkat bagi orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here