welcome visitor
Join us

categories
artikel -

RencanaNya Yang Terbaik!

Kesaksian Ibu Sim A Yen, Jakarta Ketika berusia tiga puluh tahun, saya menikah dan tinggal bersama suami di Jakarta. Sedangkan keluarga saya, yaitu kakak-kakak dan adik-adik saya tinggal di Pangkal Pinang. Kebahagiaan pun muncul dalam keluarga kami ketika Tuhan mengaruniakan seorang anak bagi kami. Namun, di tengah kebahagiaan itu ada sesuatu hal menyedihkan yang terjadi, di mana pada saat usia anak saya dua tahun, suami saya terserang penyakit kanker getah bening. Karena suami saya adalah guru Sekolah Minggu di gereja yang dipimpin oleh Ibu Gembala, kami pun sepakat berdoa bersama Ibu Gembala untuk kesembuhannya. Tetapi kehendak Tuhanlah yang terjadi, suami saya telah dipanggil Tuhan. Walau ada rasa kesedihan, namun dengan hati tabah dan percaya akan penyertaan Tuhan, saya pun menjalani kehidupan selanjutnya. Tiga tahun kemudian, saya mendapatkan seorang suami baru yang juga menjadi jemaat di gereja yang sama. Namun, masalah seolah tidak pernah habis, empat tahun kemudian, ada berita baru dari keluarga saya yang berada di Pangkal Pinang, yang menyatakan bahwa kakak perempuan saya menderita penyakit kanker rahim. Lalu saya menghubungi saudara-saudara yang lainnya untuk berdoa bersama bagi kesembuhan kakak saya tersebut, meskipun saya tahu mereka belum seratus persen percaya dan menerima Yesus, terutama kakak saya yang menderita sakit itu, karena hatinya agak keras. Walaupun saya sudah sering menganjurkan untuk percaya kepada Yesus dengan berbagai-bagai kesaksian, tetapi semua saran saya itu hanya diterima separuh hati. Mungkin separuh hatinya lagi percaya dengan hal-hal yang di luar Tuhan. Demikian juga dengan saudara-saudara saya yang lainnya. Setelah dibawa ke beberapa dokter dan belum juga berhasil, akhirnya dokter alternatiflah pilihannya. Dan saya pun menyerah dengan keputusan itu. Setelah berobat kurang lebih satu bulan memang ada nampak sedikit kesembuhan, sehingga kakak saya tersebut pulang ke rumah walaupun dengan keadaan yang belum begitu pulih. Tetapi, entah kenapa satu bulan kemudian penyakitnya kambuh lagi, lalu kakak saya itu dibawa kembali berobat selama kurang lebih satu bulan. Tetapi sakitnya malah tambah parah. Dan akhirnya pada jam delapan malam, kakak saya dipanggil Tuhan. Memang pada awalnya ada kesedihan dan perasaan menyesal dalam diri saya, mengapa mereka, yaitu keluarga saya, khususnya kakak saya itu belum bisa menerima Yesus. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya berserah kepada Tuhan dan tetap berharap agar keluarga saya yang lainnya dijamah oleh Tuhan, sehingga hatinya tergerak untuk menerima Yesus di dalam kehidupan mereka masing-masing. Terima kasih buat Tuhan Yesus yang menguatkan saya di dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan ini. \"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.\" (Flp 4:13). Karena saya tahu bahwa rencana Tuhanlah yang terbaik yang terjadi di dalam kehidupan saya, walaupun itu tidak sesuai dengan keinginan dan kehendak saya. \"Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu.\" (Yes 55:8-9) \"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai denganrencana Allah.\" (Rm 8:28)


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here