welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Selamat Dari Kecelakaan!

Ibu Janet & Bpk. Samuel, Jakarta Puji syukur atas pertolongan Tuhan Yesus yang luar biasa. Suatu kecelakaan berat yang saya dan keluarga alami tetap membuat kami masih dapat menikmati kehidupan. Sungguh merupakan suatu keajaiban dari Tuhan! Pada tanggal 24 September 2011 lalu, saya dan suami diajak oleh anak dan menantu untuk pergi berekreasi ke perkebunan teh di puncak dengan mengendarai mobil. Kami berangkat jam 09.00 pagi. Sebelum berangkat kami berdoa, semua dalam keadaan senang dan tenang. Saya dan suami duduk di tengah. Setelah sampai di tol Jagorawi km 29 dekat Sentul, tiba-tiba mobil yang kami naiki ditabrak oleh sebuah mobil dari belakang, sehingga mobil kami terguling lalu jatuh. Saya terlempar keluar lewat kaca jendela yang pecah dan jatuh di jalan. Tetapi puji syukur kepada Tuhan karena pada waktu itu tidak ada mobil yang lewat. Saya pingsan dan suami saya yang masih tergeletak di dalam mobil pun juga pingsan. Beruntung karena anak saya yang sedang hamil 5 bulan masih sadar, hanya lecet-lecet dan janinnya masih baik. Sedangkan Budi yang mengemudikan mobil masih dalam keadaan baik-baik saja. Saya dan suami pun ditolong oleh seorang ibu ke RS PMI Bogor dengan menaiki mobilnya. Untuk mendapat perawatan yang baik di bagian kepala dan muka yang berdarah, maka rambut saya pun dipotong habis, lalu dibalut sampai ke seluruh muka, yang terlihat hanya mata dan mulut saja. Di bagian atas kepala suami saya juga dibalut karena ada luka luka, tetapi tidak lama setelah itu dia sudah sadar kembali. Lalu saya dan suami dikirim ke RS Husada di Jakarta. Suami saya masuk ke perawatan biasa dan saya masuk ke ruang ICU. Kemudian saya sadar tetapi otak saya masih ada gangguan. Saya tidak bisa mengerti siapa yang datang, tidak bisa menyadari pembicaraan, dan juga tidak menyadari apa yang terjadi. Teman-teman yang membesuk berdoa dengan sedih sebab keadaan saya masih rapuh. Hal ini saya ketahui dari teman-teman yang bercerita setelah saya benar-benar sadar. Baru pada tanggal 9 Oktober 2011 saya mulai bisa melihat dan sadar ada yang datang untuk berdoa. Pada tanggal 10 Oktober 2011 pagi, tiba-tiba saya mendengar suara pujian Tuhan Yesus Baik berkali-kali dan saya juga ikut menyanyi. Saya merasa agak heran juga sebab di kamar itu tidak ada radio, sedang saya hanya sendirian. Setelah suara itu tidak ada, saya bertemu dengan suster dan bertanya ini hari apa. Sebab saya ingat belum lama mengeriting rambut tetapi mengapa rambut saya sudah gundul. Kemudian saya dibawa naik kursi roda ke depan pintu kamar suami saya. Lalu saya melihat suami saya datang memakai baju RS dengan kepala yang masih berbalut perban. Baru saya kaget bukan main dan menyadari bahwa kami telah mengalami kecelakaan. Langsung otak saya mengingat dan bisa sadar. Saat itu juga saya langsung meminta pulang tetapi pihak RS belum mengizinkan kami pulang karena masih perlu perawatan secara serius. Puji Tuhan! Tanggal 13 Oktober 2011 saya dan suami boleh pulang. Kesaksian ini saya tulis setelah otak saya sadar kembali. Dua minggu kemudian saya dan suami kontrol lagi. Dokter menasihati untuk foto otak lagi, dan ternyata hasilnya jauh lebih baik dari yang pertama. Puji Tuhan, kata dokter. Saya banyak bersaksi kepada orang-orang yang saya temui. Ada yang heran sebab kesehatan saya pulih secara pesat, bahkan yang tadinya merasa sedih ketika melihat saya di ruang ICU menjadi terkejut dan gembira. Saya menyatakan bahwa Tuhan Yesus luar biasa menyembuhkan saya. TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. (Mzm118:14)


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here