welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Kronologis Pohon Ara Menjadi Kering

Forum Tanya-Jawab: Suryadi Osay, Bandung

Tanya: Mengenai kisah Tuhan Yesus mengutuk pohon ara, di Mat 21:19 pohon itu seketika kering, sedangkan di Mrk 11:20 keesokan harinya. Bagaimana menjelaskan perbedaan ini?
Jawab: Pertanyaan mengenai pohon ara yang dikutuk oleh Tuhan Yesus, sudah pernah dimuat di forum tanya jawab edisi April 2015. Di sana dijelaskan maksud dan tujuan Tuhan Yesus mengutuk pohon ara. Namun belum dijelaskan mengenai kronologis berkaitan dengan menjadi keringnya pohon ara tersebut, yang seolah-olah ada perbedaan Mat 21:19 dengan Mrk 11:20.
Kontradiksi kedua ayat ini sepertinya terlihat jelas bahwa dalam Mat 21:19, pohon ara itu seketika menjadi kering, "... Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu." BIS menerjemahkan, "... Langsung pohon ara itu layu." Sedangkan dalam Mrk 11:20, pohon ara itu sepertinya besok atau keesokan harinya menjadi kering, "Pagi-pagi keesokan harinya, waktu mereka melewati pohon ara itu, mereka melihat pohon itu sudah mati sampai ke akar-akarnya." Kapankah pohon ara itu menjadi kering? Seketika ataukah besoknya?
Kisah pohon ara menjadi kering dalam Mat 21:19 ini, berawal karena Tuhan Yesus mengutuknya. Biasanya pohon ara akan berbuah sebelum musimnya, yang disebut dengan "buah awal" atau taqsh. Buah awal ini kecil-kecil. Memang rasanya tidak senikmat buah ara pada musimnya, tetapi cukup mampu melepas dahaga dan menghilangkan rasa lapar para kaum musafir, atau mereka yang lapar karena menempuh perjalanan panjang, termasuk Tuhan Yesus. Melihat tidak menghasilkan buah, Tuhan Yesus pun mengutuk pohon ara itu. Yang mengejutkan bagi murid-muridNya adalah bahwa pohon ara itu "seketika" menjadi kering (Mat 21:20). Sedangkan di dalam Mrk 11:12-14, 20 seolah-olah memberikan kesan bahwa pohon ara tersebut menjadi kering pada keesokan harinya. Padahal jika diteliti, kedua ayat ini dengan saksama, maka sebenarnya akan saling melengkapi atau memberikan informasi yang lengkap bagi pembaca bahwa benar pohon ara itu telah menjadi kering dan mati. Walau keesokan hari para murid melihat pohon ara itu kering, namun ayat tersebut memberikan informasi yang jelas, mereka melihat pohon itu sudah mati sampai ke akar-akarnya." Jadi yang dijelaskan oleh Injil Markus adalah bahwa pohon itu tidak hanya sekadar layu saja daun-daunnya, melainkan pohon itu sudah menjadi kering, bahkan mati sampai ke akar-akarnya. Dengan kata lain, Matius dan Markus hendak menjelaskan bahwa pohon ara yang dikutuk itu benar-benar terjadi oleh kuasa perkataan Yesus Kristus. Kronologisnya, ketika Tuhan Yesus mengutuk, pohon ara itu seketika kering dan keesokan harinya terlihat sudah mati sampai ke akar-akarnya.
Makna di balik peristiwa ini, sebenarnya bukan "Tuhan Yesus kurang kerjaan", namun Ia hendak mengajarkan hal yang penting bagi murid-murid-Nya maupun bagi orang percaya di segala zaman, termasuk kita. Pengajaran Tuhan Yesus ini mengenai doa dan iman. Jika seseorang meminta kepada Tuhan di dalam doa dengan penuh keyakinan, jangankan dapat mengutuk pohon ara, seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, bahkan gunung pun, jika kita berkata beranjak dan tercampaklah, maka hal itu akan terjadi. Hal ini berbicara tentang tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. "... Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22). Kita dapat melakukan perkara yang besar, tetapi tentu saja kita juga harus hidup sesuai dengan kehendak Bapa.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here