welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Arti Enyahlah Iblis

Forum Tanya-Jawab: Ribka, Jakarta

Tanya: Di dalam Mat 16:23; Tuhan Yesus menegur Petrus dengan tegas, "Enyahlah Iblis." Padahal sebelumnya Tuhan Yesus sempat memuji sikap Petrus karena ia mengakui Tuhan Yesus sebagai Mesias. Apa maksud ungkapan "enyahlah Iblis"?
Jawab: Perkataan Tuhan Yesus kepada Petrus diawali oleh pemberitahuan akan penderitaan yang akan Ia alami. Penderitaan yang berat tersebut dilakukan oleh pihak tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat. Penderitaan yang akan dialami oleh Tuhan Yesus berujung pada kematian, namun Ia akan bangkit pada hari ketiga, "... lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." (Mat 16:21; Mrk 8:31)
Mendengar penjelasan tersebut reaksi Petrus sebagai manusia biasa yang memiliki naluri peduli dan mengasihi Tuhan Yesus pun terlihat, ia langsung menarik Tuhan Yesus dan ia menegurNya. Tentu sebagai murid yang mengasihi Tuhan Yesus, inisiatif yang ia lakukan tersebut karena ia tidak mau Tuhan Yesus mengalami penderitaan berat seperti yang diceritakan olehNya. Tetapi respons Tuhan Yesus begitu tegas dan mungkin mengagetkan Petrus, "Enyahlah Iblis". Kelihatannya perkataan Tuhan Yesus ini begitu kasar dan keras, seolah-olah Petrus adalah Iblis. Benarkah demikian? Bukankah sebelumnya Petrus membuat pengakuan yang spektakuler bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias?
Meskipun Petrus belum lama mengakui Tuhan Yesus adalah Mesias, Anak Bapa yang hidup (Mat 16:15-17), tetapi ia juga adalah manusia terbatas yang belum mengerti rencana Tuhan dan maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia. Reaksi wajar Petrus sebagai manusia yang berempati dan tidak menghendaki Tuhan Yesus menderita, sontak membuatnya bertindak ingin menghalangi penderitaan tersebut dengan menegur Tuhan Yesus, "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
Perkataan Tuhan Yesus "enyahlah Iblis" bukan karena Petrus adalah Iblis, tetapi pikiran dan tindakannya yang tidak selaras dengan pikiran Tuhan Yesus. Meski bertindak berdasarkan empati atau kepeduliannya kepada Tuhan Yesus, jelas tindakannya tersebut adalah menentang rencana Bapa. Dari manakah pikiran Petrus tersebut sehingga ia bersikap demikian? Tentu karena adanya pendekatan Iblis yang terselubung kepada Petrus, yakni melalui pikirannya. Karena itu, Tuhan Yesus dengan tegas menegur sumber perkataan itu. Reaksi Tuhan Yesus yang keras tersebut karena Ia mengetahui bahwa Iblis memakai Petrus sebagai alatnya dan menempatkannya sebagai penggoda atau penghalang untuk Ia melakukan rencanaNya. Tujuannya jelas, yakni mengalihkan perhatian Tuhan Yesus supaya "memperoleh mahkota" tanpa melalui jalan salib. Jadi, ketika Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, kalimat itu ditujukan kepada Iblis yang membuat Petrus berpikir dan bertindak tidak selaras dengan apa yang dipikirkan Tuhan. Jadi, bukan karena Petrus itu Iblis atau Tuhan Yesus memberikan penekanan kepada keberdosaan Petrus, melainkan karena pikiran dan tindakan Petrus tidak sejalan dengan pikiran Tuhan. Tuhan Yesus tahu di balik semuanya itu ada Iblis yang telah memperdaya Petrus.
Pikiran dan tindakan Petrus di atas sering kali juga kita lakukan sebagai manusia yang terbatas, yang tidak tahu tentang kehendak Tuhan dan tidak mengerti rencanaNya. Besar kemungkinan pikiran dan tindakan kita malah bertentangan dan menyimpang dari kehendak Tuhan. Karena itu teruslah belajar Alkitab, setia beribadah, dan belajar mengerti kehendak Tuhan (Flp 2:5; Rm 12:1-2), agar pikiran dan tindakan kita selaras dengan pikiran Tuhan.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here