welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Istri Yang Berakal Budi

Forum Tanya-Jawab: NN, Jakarta

Tanya: Di dalam Ams 19:14, dikatakan, "Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN." Bagaimanakah yang dimaksud dengan istri yang berakal budi?
Jawab: Nats di dalam Ams 19:14 ini memberikan perbandingan antara harta dan seorang istri yang berakal budi. Rumah dan harta seseorang dapat diperoleh dari warisan orang tua atau kakek nenek (nenek moyang), tetapi ternyata istri yang berakal budi merupakan pemberian Tuhan. Pemberian orang tua lebih bersifat sementara atau tidak kekal (materi) namun Tuhan memberikan sesuatu yang melebihi dari sekadar harta dan kekayaan, sebab pemberian Tuhan ini dapat memberikan kebahagiaan atau keharmonisan dalam keluarga, mengajarkan nilai-nilai kehidupan bagi anak cucunya, dan tentu keteladanannya juga turun-temurun bagi anak-anaknya. Istri yang berakal budi lebih dari harta warisan.
Kata "berakal budi" (Ibr: sakal, Ing: to be prudent, be circumspect, wisely understand, prosper), KJV menerjemahkan prudent, yaitu "bijaksana". Jadi, istri yang berakal budi yang dimaksud adalah istri yang bijaksana dan tentu takut akan Tuhan, atau bisa disebut istri yang saleh. Berakal budi atau bijaksana jauh lebih penting daripada sekadar penampilan fisik. Dan jika seorang pria atau suami mendapatkan istri yang berakal budi menurut Alkitab, maka ia mendapatkan sesuatu yang bernilai lebih dari harta. Itu adalah karunia atau pemberian dari Tuhan. Dengan kata lain, menikah dengan seorang istri yang bersifat saleh adalah berkat khusus dari Tuhan (bd. Ams 18:22; Kej 24:14). Memiliki pernikahan yang berbahagia, tidak terlepas dari peran seorang istri yang berakal budi. Faktor kebahagiaan dalam rumah tangga, juga tidak terlepas dari peran seorang istri.
Dari sini kita dapat memahami bahwa peran seorang istri yang berakal budi berdampak atau memberikan pengaruh yang besar terhadap suami dan anak-anaknya. Hal ini sepadan dengan istilah, "Di belakang suami yang sukses ada istri yang hebat." Sebab, selain dapat memberi kebahagiaan dalam keluarga, juga berpengaruh kepada keberhasilan sang suami melalui motivasi atau memberi semangat kerja, mengatur keuangan, perhatian, dlsb. Setiap istri bebas memilih untuk menjadi istri yang berakal budi atau tidak. Namun jika seorang istri memilih untuk menjadi istri yang berakal budi, tentu sang suami akan mensyukuri dan mengakui bahwa ia mendapatkan seorang istri yang adalah karunia atau berkat dari Tuhan.
Bagaimana menjadi istri yang berakal budi? Pertama, ada banyak pandangan mengenai menjadi istri yang berakal budi, namun yang menjadi dasar utama ialah hidup takut akan Tuhan (Mzm 128:1). Seorang istri yang takut akan Tuhan, tentu ia dapat menahan perkataan yang memicu pertengkaran (Ams 19:13; 27:15) dan menjaga hatinya agar selalu menyenangkan hati Tuhan. Kedua, seorang istri seharusnya tunduk sepenuhnya kepada sang suami seperti halnya kepada Tuhan (Ef 5:22-24; 1 Pet 3:1-7). Namun bukan berarti para suami bisa bersikap semena-mena terhadap istrinya, melainkan mereka harus mengasihi istrinya seperti halnya mengasihi dirinya sendiri (Ef 5:25-33). Ketiga, selain tunduk terhadap suami, Tuhan juga menghendaki seorang istri menjadi istri yang cakap berdasarkan Amsal 31:10-31. Di mana istri yang cakap disebut sebagai "mahkota suaminya" (Ams 12:4).
Menjadi istri yang berakal budi tidaklah mudah, namun ini merupakan kunci untuk mendatangkan kebahagiaan keluarga, kesuksesan sang suami, keberhasilan pendidikan dan masa depan anak, dan pewaris Kerajaan Sorga. Jadilah istri yang berakal budi!


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here