welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Pembinasa Keji

Forum Tanya-Jawab: NN, Jakarta

Tanya: Di dalam Mat 24:15-16 Tuhan Yesus berkata, "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel - para pembaca hendaklah memperhatikannya - maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan." Siapakah yang dimaksud Tuhan Yesus dengan Pembinasa keji tersebut?
Jawab: Frasa "Pembinasa keji" berasal dari bahasa Ibrani: shiqquts shomem, yang artinya "kekejian yang membinasakan". Frasa tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai to bdelygma tes eremoseos, dengan arti yang sama. Dari ayat yang dikutip di atas dapat diketahui bahwa Pembinasa keji yang dimaksudkan Tuhan Yesus sudah pernah dinubuatkan oleh Nabi Daniel. Tuhan Yesus mengacu pada Dan 9:27; 11:31; 12:11. Dalam PL, ungkapan shiqquts shomem dipakai baik untuk para pemuja berhala (orang) maupun untuk barang (benda) yang begitu membangkitkan kejijikan dan kebencian bagi orang Yahudi. Dalam Mrk 13:14, kata "berdiri" (Yunani: hestekota) memakai partisipal jenis maskulin, yang mengindikasikan bahwa Pembinasa keji yang dimaksud adalah orang atau manusia. Sedangkan ungkapan "tempat kudus" jelas mengacu pada Bait Suci di Yerusalem.
Jika melihat sejarah, nubuat Daniel tersebut sudah tergenapi. Pada tahun 168 SM, Antiokhus Epifanes, raja Seleukid dari Siria menajiskan Bait Suci dengan menempatkan patung Dewa Zeus di dalamnya, yang jelas adalah suatu kejijikan bagi orang Yahudi. Namun nubuat tersebut pasti belum sepenuhnya tergenapi, sebab Tuhan Yesus mengingatkan kembali nubuat tersebut kepada murid-muridNya yang hidup pada zamanNya. Artinya, nubuat tersebut masih akan digenapi lagi. Hal seperti ini memang adalah hal yang biasa dalam PL; nubuat sering mempunyai penggenapan ganda, penggenapan dekat dan penggenapan jauh. Bahkan penggenapan jauh ini pun bisa menunjuk pada dua peristiwa yang berbeda, misalnya kedatangan Tuhan Yesus yang pertama dan kedatanganNya yang kedua, seperti yang terdapat di dalam Yes 11:1-10.
Demikianlah dengan nubuat tentang Pembinasa keji ini. Selain menunjuk kepada Antiokhus Epifanes, nubuat tersebut juga menunjuk ke masa depan. Masa depan itu pun menunjuk pada dua peristiwa yang berbeda. Yang pertama menunjuk kepada tentara-tentara Romawi yang akan menghancurkan kota Yerusalem dan menajiskan Bait Suci. Hal ini sesuai dengan Luk 21:20-21a, "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan." Hal ini berarti bahwa nubuatan tersebut sudah tergenapi, yakni pada tahun 70 Masehi, ketika orang Romawi menyerbu Yerusalem, menajiskan dan menghancurkan Bait Suci.
Sedangkan penggenapan di masa yang lebih jauh jelas mengacu pada akhir zaman. Ajaran Tuhan Yesus dalam Khotbah Akhir Zaman (Mat 24-25) jelas menunjuk sekaligus pada masa yang dekat, yakni pada tahun 70 Masehi, dan masa yang masih jauh, yakni pada akhir zaman. Jadi Pembinasa keji tersebut pasti menunjuk juga pada seorang tokoh di akhir zaman. Jika demikian, maka yang dimaksudkanNya adalah antikris, yang dalam berbagai istilah muncul di banyak ayat Alkitab. Di dalam 2 Tes 2:1-4, antikris itu disebut sebagai manusia durhaka, yang dengan jelas menajiskan tempat kudus dengan "duduk di Bait Allah".


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here