welcome visitor
Join us

categories
artikel -

Poligami Di Alkitab

Forum Tanya-Jawab: NN, Jakarta Tanya: Mengapa di Perjanjian Lama orang Israel sebagai umat Tuhan tidak dilarang berpoligami? Apakah di Perjanjian Baru ada ayat tentang larangan untuk berpoligami atau perintah untuk bermonogami? Jika tidak ada, apakah itu berarti orang Kristen diperbolehkan untuk berpoligami? Jawab: Di Perjanjian Lama memang banyak laki-laki yang mempraktekkan pernikahan poligami (mempunyai banyak istri), sebagaimana umumnya para laki-laki di wilayah Timur Tengah, dan itu tidak dipandang sebagai dosa. Namun, bukan berarti bahwa berpoligamilah norma yang terbaik bagi sebuah pernikahan. Justru sebaliknya, monogamilah norma yang terbaik dan paling ideal bagi pernikahan manusia, khususnya umat Tuhan. Ada tiga alasan mengapa monogami, dan bukan poligami, yang menjadi norma terbaik bagi kita. Pertama, monogami adalah rencana Tuhan semula atas manusia. Sejak semula, sejak awal penciptaan manusia, monogami adalah norma pernikahan yang Tuhan tetapkan. Sebab, Tuhan menciptakan manusia di Taman Eden hanya dua orang saja, hanya satu pasang, satu suami dan satu istri (Kej 1:27). Tuhan tidak menciptakan Adam dengan banyak istri, tetapi hanya satu, yakni hanya Hawa. Jadi, di sini sudah tersirat adanya pernikahan monogami. Itulah yang paling ideal di dalam rencana Tuhan. Kedua, poligami menimbulkan banyak dosa dan masalah dalam kehidupan keluarga. Orang-orang yang mempraktekkan poligami jelas menimbulkan banyak dosa dan masalah dalam pernikahannya. Hal itu antara lain dapat kita lihat dalam hidup Abraham, Gideon, Daud, dan Salomo. Sara terpaksa mengusir Hagar, gundik Abraham (Kej 21:8-21); anak-anak Gideon saling membunuh (Hak 8:30-9:57); Daud terpaksa membunuh demi mendapatkan istri baru (2 Sam 11:1-27), dan dalam pernikahannya yang poligami terjadi perkosaan dan pembunuhan (2 Sam 13:1-39). Istri-istri Salomo membawanya pada penyembahan berhala sehingga Tuhan murka (1 Raj 11:1-13). Jadi banyak masalah jika orang berpoligami. Itulah sebabnya dalam Ul 17:17 diingatkan agar raja orang Israel tidak mempunyai banyak istri. Ketiga, monogami secara tersurat diajarkan dalam Perjanjian Baru. Pernikahan monogami secara tersirat banyak diajarkan dalam Perjanjian Baru. Misalnya dalam 1 Kor 7:1-2. Di situ Rasul Paulus berkata kepada jemaat Korintus agar setiap laki-laki mempunyai istrinya sendiri. Dari nada bahasanya dan bentuk kata yang dipakai, istri yang dimaksud di situ jelas adalah tunggal atau monogami. Kemudian dalam 1 Tim 3:2 dan Tit 1:6 disebutkan bahwa salah satu syarat pengangkatan para penatua atau pemimpin jemaat adalah bahwa ia harus monogami, hanya punya satu istri. Hal ini tidak berarti bahwa hanya para pejabat gereja yang diharuskan bermonogami sedangkan anggota jemaat tidak. Saat itu Paulus berbicara dalam konteks pengangkatan penatua gereja, karena itu hanya monogami para penatualah yang disebutnya. Jadi sejak manusia jatuh ke dalam dosa sampai pada masa PL, Tuhan membiarkan pernikahan poligami terus terjadi. Namun, ketika Kristus datang untuk memulihkan segala aspek hidup kita, Ia juga memulihkan bentuk pernikahan ke dalam rencanaNya yang semula, sejak awal penciptaan manusia, yaitu pernikahan monogami (Mrk 10:6-8). Jadi jelas, monogami adalah bentuk pernikahan yang Tuhan kehendaki bagi kita umatNya masa kini.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here