welcome visitor
Join us

categories
artikel - tanya jawab

Membuang Undi

NN, Jakarta Tanya: Ada banyak ayat di Alkitab yang menjelaskan tentang membuang undi dalam kaitannya dengan pengambilan sebuah keputusan. Biasanya berhubungan dengan penetapan sesuatu atau seseorang untuk posisi tertentu. Juga, untuk menentukan langkah atau cara selanjutnya yang akan ditempuh. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, Apa cara seperti itu diperkenan Tuhan? Apa membuang undi tidak termasuk gambling? Apa membuang undi masih relevan untuk zaman sekarang? Jawab: Praktek membuang undi disebut 70 kali di dalam PL dan 7 kali di dalam PB. Kata undi itu sendiri (Ibr, goral) artinya adalah sebuah batu kecil yang digunakan untuk praktek membuang undi. Praktek membuang undi paling sering dilakukan sehubungan dengan pembagian tanah ketika bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua (Yos 14-21). Sebelumnya Tuhan juga memerintahkan kepada bangsa Israel untuk membuang undi (Bil 26:55; 33:54; 34:13; 36:2). Tuhan juga mengizinkan bangsa Israel untuk membuang undi untuk mengetahui kehendakNya di dalam hal-hal tertentu (1 Taw 24:5, 31). Berbagai tugas dan pelayan di Bait Allah pun ditentukan dengan cara membuang undi (1 Taw 25:8-9; 26:13-14). Kisah lain yang menarik dalam kaitannya dengan membuang undi adalah kisah Yunus (Yun 1:7). Di PB membuang undi terlihat di dalam pemilihan rasul pengganti Yudas (Kis 1:26) dan dalam kisah seputar penyaliban Yesus (Mat 27:35). Melihat kenyataan yang dijelaskan di dalam Alkitab, maka membuang undi adalah sesuatu yang diperkenan Tuhan jika tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Tuhan yang lain. Apalagi membuang undi dalam rangka memenuhi kehendak Tuhan, seperti pembagian tanah pusaka yang dijanjikan Tuhan. Sementara itu membuang undi yang tidak diperkenan Tuhan adalah yang berkaitan dengan menguasai dan mengeksploitasi orang lain (Ayb 6:27; Yl 3:3). Di samping itu, membuang undi bukanlah sebuah gambling. Membuang undi di sini sama sekali tidak berkaitan dengan sebuah kebetulan. Pasalnya, membuang undi di sini tetap di dalam kerangka melibatkan Tuhan. Ada baiknya kita memperhatikan Ams 16:33, Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal daripada TUHAN. Ayat ini menjelaskan tentang keyakinan penulis Amsal bahwa Tuhan turut terlibat di dalam keputusan yang diambil oleh umatNya dengan cara membuang undi. Menarik juga untuk memerhatikan kisah pemilihan rasul pengganti Yudas. Di Kis 1:23 mereka mengusulkan nama yang sesuai dengan kriteria. Di Kis 1:24-25 mereka berdoa untuk memohon petunjuk Tuhan. Di Kis 1:26 baru mereka membuang undi. Jelas bahwa mereka tetap melibatkan Tuhan dalam mengambil keputusan sekalipun dengan cara membuang undi. Tidak ada kejelasan apakah orang Kristen sekarang boleh mengambil keputusan dengan cara membuang undi atau tidak. Atau, apakah membuang undi masih relevan pada zaman sekarang atau tidak. Namun, perlu dicermati bahwa cara mengambil keputusan dengan membuang undi terakhir dilakukan pada saat pemilihan rasul pengganti Yudas itu. Selebihnya tidak dipakai lagi. Sekarang kita memiliki firman Tuhan yang lengkap, serta Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita untuk membimbing kita. Lebih baik kita mengutamakan firman Tuhan dan Roh Kudus, serta pikiran yang telah diperbarui seturut pikiran Kristus (Ef 4:23; Flp 2:5) di dalam mengambil keputusan. Tetapi, seandainya keadaan mendesak,membuang undi bisa dilakukan dengan tahapan seperti di Kis 1:23-26 itu.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here